Tampung Pengungsi Rohingya, Myanmar Akhirnya Lakukan Ini

Ardi Mandiri | Suara.com

Sabtu, 20 Januari 2018 | 22:43 WIB
Tampung Pengungsi Rohingya, Myanmar Akhirnya Lakukan Ini
Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Suara.com - Myanmar membuat persiapan akhir untuk menampung kelompok pertama Muslim Roshingya yang melarikan diri akibat konflik di negara bagian Rakhine, media negara malaporkan pada Sabtu.

Menteri Besar Rakhine, Nyi Pu yang mengunjungi kamp-kamp repatriasi di negara bagian itu pada Jumat menyaksikan pekerjaan pembangunan berbagai sarana seperti klinik dan infrastruktur sanitasi hampir rampung, demikian harian the Global New Light of Myanmar.

Harian itu menyiarkan foto rombongannya berdiri di sebuah rumah kayu yang panjang. Rumah itu akan digunakan untuk menampung pengungsi yang kembali ke kamp dekat kota Maungtaw. Pagar terbuat dari kawat berduri tampak di belakang foto tersebut.

Lebih 655.500 orang Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh setelah militer Myanmar melancarkan operasi sebagai balasan terhadap serangan-serangan militan atas pasukan keamanan pada 25 Agustus. PBB melukiskan operasi tersebut sebagai pembersihan etnik Rohingya, yang Myanmar bantah.

Myanmar akan mulai menerima pengungsi Rohingya dari Bangladesh di dua pusat penerimaan dan kamp sementara dekat Maungtaw mulai Selasa dan berlanjut hingga dua tahun mendatang, berdasarkan perjanjian yang dua negara bertetangga itu tandatangani pekan ini.

Bangladesh akan menyediakan daftar mereka yang akan pulang dengan formulir yang menyebutkan tempat tinggal mereka di Myanmar, kata harian itu. Ditambahkan, sejumlah pengungsi akan melintas lewat darat dan lainnya melalui sungai di sepanjang perbatasan keduanya, katanya.

Para pengungsi Rohingya di kamp Kutupalong di Bangladesh enggan kembali sampai Myanmar dapat menjamin keselamatan mereka. Ini salah salah satu tuntutan mereka dalam petisi yang dibuat para pemimpin kamp dan diperlihatkan kepada Reuters.

Kendati Myanmar sudah siap menerima orang-orang Rohingya pekan depan, masih banyak lagi orang-orang Rohingya melarikan diri karena militer belum menghentikan operasi di Rakhine. Mereka yang baru tiba di kamp pengungsi mengatakan kepada Reuters.

Lebih 100 orang Rohingya dari Rakhine melarikan ke Bangladesh dan banyak lagi menunggu untuk melintasi sungai Naf yang jadi pemisah wilayah kedua negara itu.

Para pemberontak Rohingya mengatakan pada Sabtu bahwa rencana pemulangan itu "tak dapat diterima" dan pemerintah teroris Burma menipu dengan memberikan tawaran kepada para pengungsi untuk tinggal di kamp-kamp sementara". Burma adalah nama Myanmar di masa lalu.

"Para pengungsi Rohingya yang dipulangkan dari Bangladesh tak akan pernah dapat tinggal di tanah-tanah leluhur dan desa-desa mereka," kata Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Ditambahkan, para pengungsi akan menghabiskan sisa waktu mereka di kamp-kamp konsentrasi dan juga generasi-generasi mendatang. [Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Warga Rohingya di Kuburan Massal Diklaim Bukan Teroris

10 Warga Rohingya di Kuburan Massal Diklaim Bukan Teroris

News | Minggu, 14 Januari 2018 | 01:30 WIB

Etnis Rohingya di Malaysia Dapat Kartu Identitas Digital

Etnis Rohingya di Malaysia Dapat Kartu Identitas Digital

News | Jum'at, 12 Januari 2018 | 06:16 WIB

Myanmar Akui Bantai 10 Warga Rohingya yang Dianggap Teroris

Myanmar Akui Bantai 10 Warga Rohingya yang Dianggap Teroris

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 14:29 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB