KLB Gizi Buruk Suku Asmat, AGRA Kritik Solusi Presiden Jokowi

Reza Gunadha

Selasa, 30 Januari 2018 | 05:00 WIB
KLB Gizi Buruk Suku Asmat, AGRA Kritik Solusi Presiden Jokowi
Ilustrasi wilayah Kabupaten Asmat, Papua. [Asmatkab.go.id]

Suara.com - Kematian anak-anak suku Asmat di Kabupaten Asmat, Papua, karena wabah gizi buruk, dinilai sebagai imbas ketidakseriusan Presiden Joko Widodo membangun kedaulatan pangan dan melakukan reforma agraria sejati di daerah tersebut.

Setidaknya sejak sepekan terakhir, pemerintah mengakui sedikitnya 7.320 warga Asmat terjangkit wabah cacar dan gizi buruk, sehingga ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Presiden Jokowi mewacanakan relokasi suku Asmat sebagai solusi atas persoalan tersebut.

Namun, rencana yang ditawarkan Jokowi itu ditolak Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Bupati Asmat Elisa Kambu, saat keduanya—bersama Bupati Nduga Doren Wakerwa—diundang ke Istana Bogor, Selasa (23/1/2018).

Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Rahmat Ajiguna menyatakan kekecewaan yang mendalam, atas sikap pemerintahan Jokowi.

“Wabah cacar dan gizi buruk yang dialami anak-anak suku Asmat bukan persoalan yang baru terjadi kekinian, melainkan sudah dimulai puluhan tahun. Karenanya, ini adalah bencana kemanusiaan akibat kebijakan negara yang tersistematis,” tutur Rahmat melalui pernyataan sikapnya yang diterima Suara.com, Selasa (30/1/2018).

Organisasi massa petani dan kaum minoritas tersebut bukan tanpa alasan menyebut KLB itu sebagai konsekuensi logis, atas ketidakseriusan pemerintah menjalankan reforma agraria.

”Rakyat Indonesia hidup di negeri yang amat kaya sumber daya alam, karenaya tidak ada syarat sedikit pun bagi rakyat untuk hidup dalam kemiskinan, kemelaratan, gizi buruk dan kematian akibat kurang makan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, wabah gizi buruk yang mengakibatkan kematian suku Asmat itu adalah akibat perampasan tanah dan penjarahan kekayaan alam Papua oleh korporasi yang difasilitasi pemerintah sejak era Orde Baru.

“Solusi melakukan relokasi suku Asmat juga bukan hal yang baru. Pada era Orba, solusi yang sama juga ditawarkan Soeharto. Suku Asmat direlokasi dari pedalaman ke pinggiran sungai, ketika eksploitasi besar-besaran hutan dan kekayaan alam milik suku Asmat pada era 1970-an atau disebut the West Papua dillema. Sejak itu pula suku Asmat kehilangan keberagaman sumber pangan, karena tanah, hutan dan isinya dijarah oleh korporasi,” bebernya.

Sementara persoalan gizi buruk yang menimpa suku Asmat juga bukan baru-baru ini terjadi, melainkan sudah berlangsung setidaknya sejak setahun terakhir.

“Gizi buruk sudah berlangsung sejak setahun terakhir dan membunuh 63 anak Asmat, dan pemerintah Jokowi tidak bersuara mengenai hal ini. Baru awal tahun 2018 presiden bersuara dan menetapkan peristiwa itu sebagai KLB,” jelasnya.

Hal tersebut, kata Rahmat, menunjukan respons buruk dan pengabaian pemerintah atas hak rakyat untuk hidup yang manusiawi.

“Selain itu, secara umum, masalah gizi buruk di Indonesia membuktikan kegagalam pemerintah Jokowi dalam membangun kedaulatan pangan di negeri ini,” tegasnya lagi.

Secara nasional hingga akhir tahun 2017, terdapat 27,5 persen atau 6,5 juta anak Indonesia yang mengalami gizi buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Berkekuatan 5,1 SR Guncang Jayapura Papua

Gempa Berkekuatan 5,1 SR Guncang Jayapura Papua

News | Selasa, 30 Januari 2018 | 00:52 WIB

Rapim Perdana, Ini yang Dibahas Bamsoet dengan Pimpinan DPR

Rapim Perdana, Ini yang Dibahas Bamsoet dengan Pimpinan DPR

News | Kamis, 25 Januari 2018 | 22:07 WIB

Empat Kabupaten di Papua Ini Kawasan 'Merah' Pilkada 2018

Empat Kabupaten di Papua Ini Kawasan 'Merah' Pilkada 2018

News | Kamis, 25 Januari 2018 | 13:03 WIB

Apa Kabar Anak-anak Gizi Buruk di Asmat, Papua?

Apa Kabar Anak-anak Gizi Buruk di Asmat, Papua?

News | Kamis, 25 Januari 2018 | 08:42 WIB

Malam Hari, Jokowi Rapat dengan Kepala Daerah di Papua, Ada Apa?

Malam Hari, Jokowi Rapat dengan Kepala Daerah di Papua, Ada Apa?

News | Rabu, 24 Januari 2018 | 00:37 WIB

Terkini

BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer

BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:00 WIB

Harry Kane Kritik Taktik Bertahan Inggris Penyebabkan Kekalahan Menyakitkan dari Argentina

Harry Kane Kritik Taktik Bertahan Inggris Penyebabkan Kekalahan Menyakitkan dari Argentina

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:57 WIB

Update Harga dan Buyback Emas Antam, UBS, Galeri 24 di Pegadaian

Update Harga dan Buyback Emas Antam, UBS, Galeri 24 di Pegadaian

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:54 WIB

Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS

Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:50 WIB

BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat

BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:38 WIB

Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit

Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:38 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:37 WIB

Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:37 WIB

Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final

Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:30 WIB

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:24 WIB

×