Menkes Zimbabwe Protes: Ukuran Kondom Tiongkok Terlampau Kecil

Reza Gunadha

Jum'at, 02 Maret 2018 | 10:51 WIB
Menkes Zimbabwe Protes: Ukuran Kondom Tiongkok Terlampau Kecil
Kegunaan lain kondom. [Brightside.me/capture]

Suara.com - Pabrik kondom di Tiongkok memutuskan untuk mengubah ukuran produknya menjadi lebih besar, setelah diprotes pemerintah Zimbabwe.

Menteri Kesehatan Zimbabwe, David Parirenyatwa, mengeluhkan ukuran kondom buatan pabrik Tiongkok terlampau kecil untuk ukuran warganya.

Padahal, seperti dilansir South China Morning Post, Kamis (1/3/2018), mayoritas kondom yang beredar di Zimbabwe berasal dari Tiongkok.

"Wilayah kami masuk daerah waspada penyebaran HIV/AIDS di Afrika. Kondom adalah salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus itu. Tapi, kondom buatan Tiongkok terlampau kecil bagi warga kami, sehingga mengkhawatirkan tak bisa membendung penyebaran HIV/AIDS," tutur David.

Ia mengatakan, pemerintah maupun pihak swasta Zimbabwe belum mampu membangun pabrik pembuatan kondom sendiri, sehingga mau tak mau harus mengimpor dari Tiongkok.

Tapi, kata dia, kaum muda Zimbabwe sudah sejak lama mengeluhkan kondom buatan Tiongkok terlampau kecil, sehingga tak bisa dipakai.

Direktur Eksekutif Perusahaan Beijing Daxiang, Zhao Chuan, mengakui bakal memperbesar ukuran kondom buatannya. Perubahan ukuran itu khusus ditujukan kondom yang bakal diekspor ke Afrika, termasuk Zimbabwe.

"Mengenai tuntutan berbeda dari pelanggan seperti di Zimbabwe,kami sebagai produsen memiliki kemampuan dan kewajiban untuk memberikan kontribusi. Jadi kami telah mulai melakukan survei terhadap data pengguna di wilayah tersebut untuk melakukan persiapan perubahan ukuran," tutur Zhao.

Zhao mengatakan, pelanggan di seluruh dunia memiliki persyaratan yang berbeda kalau dibandingkan dengan warga Tiongkok sendiri.

baca juga

"Warga kami meminta kondom yang lebih tipis dan ukurannya relatif pendek. Kami selama ini memproduksi dengan ukuran warga kami sendiri," terangnya.

Untuk diketahui, Zimbabwe adalah satu negara di kawasan Sub-Sahara Afrika yang tingkat penyebaran HIV/AIDS terbilang tinggi. Sebanyak 13,5 persen dari total populasinya terjangkit virus mematikan tersebut.

Pemerintah Zimbabwe menggalakkan kampanye penggunakan kondom untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Alhasil, negara itu masuk lima besar daftar negara pengimpor kondom terbanyak.

Sementara Tiongkok, berdasarkan data Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Nasional setempat, masuk lima besar negara pengekspor kondom ke seluruh dunia.

Tiongkok memunyai 300 pabrik pembuatan kondom yang memproduksi 3 miliar alat kontrasepsi per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakai Kondom Jangan Sampai Terbalik

Pakai Kondom Jangan Sampai Terbalik

Lifestyle | Kamis, 01 Maret 2018 | 21:00 WIB

Polisi Kejar WN Cina Bos Pembawa 1,6 Ton Sabu ke Jawa

Polisi Kejar WN Cina Bos Pembawa 1,6 Ton Sabu ke Jawa

News | Selasa, 27 Februari 2018 | 13:21 WIB

Unik, Tradisi Penari Striptis di Upacara Pemakaman di Tiongkok

Unik, Tradisi Penari Striptis di Upacara Pemakaman di Tiongkok

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 17:22 WIB

Sejarawan: Tionghoa dan Tiongkok Dua Hal yang Berbeda

Sejarawan: Tionghoa dan Tiongkok Dua Hal yang Berbeda

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 06:06 WIB

Tak Bisa Bayar Utang, Maladewa Terancam Diambil Alih Tiongkok

Tak Bisa Bayar Utang, Maladewa Terancam Diambil Alih Tiongkok

News | Senin, 19 Februari 2018 | 16:55 WIB

Terkini

Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial Menjadi Tradisi Kemerdekaan

Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial Menjadi Tradisi Kemerdekaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta

Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:49 WIB

Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Percepat Pengembangan Panas Bumi

Pemerintah Siapkan Insentif Percepat Pengembangan Panas Bumi

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:43 WIB

5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras

5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:40 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:35 WIB

×