Sosialis Berusia 28 Tahun yang Bisa Akhiri Era Angela Merkel

Reza Gunadha | Suara.com

Sabtu, 03 Maret 2018 | 14:35 WIB
Sosialis Berusia 28 Tahun yang Bisa Akhiri Era Angela Merkel
Kevin Kühnert. [FX Tribune]

Sementara ini, mayoritas kaum sosialis Jerman mendukung resolusi Kühnert untuk menolak berkoalisi dengan petahana.

Kaum Oposan

Suatu sore baru-baru ini, Kühnert tiba di kantor pusatnya di Berlin terbungkus syal tebal dan menyeruput secangkir the mint.

Dia sedang tidak enak badan. Dalam sebulan, ia sedikitnya berkeliling ke 23 kota untuk berkampanye, meladeni wawancara awak media, dan memainkan Facebook serta podcast untuk menerangkan secara langsung ide politiknya kepada kaum milenial.

Sementara seorang sukarelawan mengoleskan riasan pada pipinya, saat awak televisi mempersiapkan kamera guna acara bincang-bicang.

Meski begitu, Kühnert tetap bersemangat menceritakan serta menjelaskan perseteruannya dengan Merkel.

“Sejak pemilu tahun lalu, prinsipku dan kaum sosialis tegas, menang atau menjadi oposisi Merkel. Ternyata kami hanya menempati posisi kedua, sehingga menjadi oposan adalah keharusan,” tukasnya.

Kühnert dan kaum muda sosialis kekinian berupaya mengambilalih kepemimpinan politik dari “kaum tua” SDP.

Mereka menilai, “kaum tua” SPD yang akrab dengan Merkel sejak periode pertama kepemimpinan perempuan itu di Jerman, merugikan partai.

SPD masih mampu meraup suara mayoritas sebesar 34 persen saat kali pertama berkoalisi dengan Merkel tahun 2005. Tapi, setelahnya, perolehan suara pendukung mereka terus menyusut hingga 20 persen.

Akhirnya, pada Pemilu 2017, SPD mendapat perolehan suara paling rendah sejak era Perang Dunia II, meski masih mayoritas di Jerman. Mereka kalah dari Partai Kristen Demokrat besutan Merkel.

Ia menuturkan, “kaum tua” SDP yang pragmatis semakin bermasalah ketika SDP pascapemilu justru menjajaki koalisi dengan Partai Demokrat Kristen besutan Merkel.

"Bagaimana pemilih bisa mempercayai kita, SDP, jika kita bahkan tidak bisa mempercayai pemimpin kita sendiri? Serta justru menyerahkan nasib rakyat kepada orang seperti Merkel yang pro neoliberal?" terangnya.

Riasan sudah selesai. Kühnert memeriksa jam tangannya dan meminum aspirin. “Aku sudah siap untuk pertempuran selanjutnya,” imbuhnya.

Bagi Kühnert, situasi kekinian di Jerman adalah pertempuran antara harapan dan ketakutan. SDP harus menempatkan orangnya sebagai kanselir atau menjadi oposan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Desain Mobil Mercedes Akan Lahir dari Prancis Mulai 2018

Desain Mobil Mercedes Akan Lahir dari Prancis Mulai 2018

Otomotif | Senin, 18 Desember 2017 | 14:08 WIB

Ternyata, Marissa Nasution dan Suami Baru Belum Rasakan Ini

Ternyata, Marissa Nasution dan Suami Baru Belum Rasakan Ini

Entertainment | Kamis, 14 Desember 2017 | 20:57 WIB

Jerman Tolak Deklarasi Trump soal Yerusalem Ibu Kota Israel

Jerman Tolak Deklarasi Trump soal Yerusalem Ibu Kota Israel

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 14:34 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB