Sementara ini, mayoritas kaum sosialis Jerman mendukung resolusi Kühnert untuk menolak berkoalisi dengan petahana.
Kaum Oposan
Suatu sore baru-baru ini, Kühnert tiba di kantor pusatnya di Berlin terbungkus syal tebal dan menyeruput secangkir the mint.
Dia sedang tidak enak badan. Dalam sebulan, ia sedikitnya berkeliling ke 23 kota untuk berkampanye, meladeni wawancara awak media, dan memainkan Facebook serta podcast untuk menerangkan secara langsung ide politiknya kepada kaum milenial.
Sementara seorang sukarelawan mengoleskan riasan pada pipinya, saat awak televisi mempersiapkan kamera guna acara bincang-bicang.
Meski begitu, Kühnert tetap bersemangat menceritakan serta menjelaskan perseteruannya dengan Merkel.
“Sejak pemilu tahun lalu, prinsipku dan kaum sosialis tegas, menang atau menjadi oposisi Merkel. Ternyata kami hanya menempati posisi kedua, sehingga menjadi oposan adalah keharusan,” tukasnya.
Kühnert dan kaum muda sosialis kekinian berupaya mengambilalih kepemimpinan politik dari “kaum tua” SDP.
Mereka menilai, “kaum tua” SPD yang akrab dengan Merkel sejak periode pertama kepemimpinan perempuan itu di Jerman, merugikan partai.
SPD masih mampu meraup suara mayoritas sebesar 34 persen saat kali pertama berkoalisi dengan Merkel tahun 2005. Tapi, setelahnya, perolehan suara pendukung mereka terus menyusut hingga 20 persen.
Akhirnya, pada Pemilu 2017, SPD mendapat perolehan suara paling rendah sejak era Perang Dunia II, meski masih mayoritas di Jerman. Mereka kalah dari Partai Kristen Demokrat besutan Merkel.
Ia menuturkan, “kaum tua” SDP yang pragmatis semakin bermasalah ketika SDP pascapemilu justru menjajaki koalisi dengan Partai Demokrat Kristen besutan Merkel.
"Bagaimana pemilih bisa mempercayai kita, SDP, jika kita bahkan tidak bisa mempercayai pemimpin kita sendiri? Serta justru menyerahkan nasib rakyat kepada orang seperti Merkel yang pro neoliberal?" terangnya.
Riasan sudah selesai. Kühnert memeriksa jam tangannya dan meminum aspirin. “Aku sudah siap untuk pertempuran selanjutnya,” imbuhnya.
Bagi Kühnert, situasi kekinian di Jerman adalah pertempuran antara harapan dan ketakutan. SDP harus menempatkan orangnya sebagai kanselir atau menjadi oposan.