Suara.com - Kapolda Maluku Utara Inspektur Jenderal Andap Budi Revianto menginstruksikan jajarannya untuk mengantisipasi potensi konflik saat proses pemilihan kepala daerah berlangsung.
Apalagi kata Andap, Maluku Utara merupakan salah satu daerah yang rawan konflik saat dilaksanakannya proses pemilihan kepala daerah.
"Kalau identifikasi dari penyelenggara maupun pengawas pemilu diidentifikasikan rawan. Dari perspektif penyelenggara kemudian kontestannya," kata Andap Budi Revianto di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).
Selain berkoordinasi dengan jajarannya, Polda Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu maupun kontestan para calon kepala daerah.
"Kalau kami sendiri, 11 potensi konflik tentunya perlu kami sikapi seperti profesionalitas penyelenggara pemilu, pengawas, calon petahana. Semuanya ada 11," ujar Andap.
Andap menyebut kegiatan kepolisian diwilayahnya terus ditingkatkan dengan membuat operasi keamanan memasuki pemilihan kepala daerah.
"Tentunya kami kerjasama dengan stakeholder yang ada, penyelenggara, pengawas pemilu, kemudian birokrasi itu sendiri termasuk kawan- kawan TNI," kata Andap.