Presiden Jokowi Minta Pembuatan e-KTP Hanya Berapa Jam

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 04 April 2018 | 15:17 WIB
Presiden Jokowi Minta Pembuatan e-KTP Hanya Berapa Jam
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas dengan tema Penataan Administrasi Kependudukan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas dengan tema Penataan Administrasi Kependudukan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi. Ratas yang dibuka sekitar pukul 14.00 WIB ini berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Saat mengawali kata sambutannya, Kepala Negara menekankan terkait urgensi reformasi sistem pelayanan administrasi kependudukan di Indonesia.

"Hal ini penting diperhatikan bersama karena pelayanan administrasi kependudukan sangat bertentangan langsung dengan kebutuhan rakyat. Bagi rakyat kepemilikan KTP dan kartu keluarga, sangat dibutuhkan karena digunakan dalam mengakses setiap layanan publik," ujar Jokowi.

Jokowi menerangkan, KTP selalu digunakan dalam proses administrasi. Di antaranya untuk pemasangan listrik, pembukaan rekening di bank, hingga untuk melamar pekerjaan.

Selanjutnya Jokowi meminta pada Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat pendistribusian Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik.

"Untuk itu yang pertama saya minta agar dilakukan percepatan pelayanan KTP elektronik, sehingga semua warga negara mendapatkan pelayanan yang cepat dari negara, jangan sampai rakyat menunggu lama," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi meminta pada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk membuat payung hukum yang mengatur terkait pembuatan e-KTP. 

Presiden berharap proses pembuatan e-KTP dapat selesai kurang dari satu hari.

"Mungkin dibuat Permendagri yang langsung dibatasi waktunya selesai e-KTP nya berapa hari, syukur berapa jam. Kalau ada peraturan menterinya akan di bawah akan pelayanan e-KTP akan lebih cepat dan bila perlu juga dilakukan strategi jemput bola," kata Jokowi.

"Terutama di wilayah-wilayah yang akses ke pemerintahan ini sangat jauh dan sulit terjangkau karena kendala geografis," Jokowi menambahkan.

Untuk poin yang kedua Jokowi minta agar sistem identitas tunggal bisa segera terwujud.

"Yang ditopang data dan informasi administrasi kependudukan yang ada dan terintegrasi," kata dia.

Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Ratas hari ini dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, dan Jaksa Agung M. Prasetyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korupsi e-KTP, Keponakan Setnov Bantah Suka Bagi-bagi Duit

Korupsi e-KTP, Keponakan Setnov Bantah Suka Bagi-bagi Duit

News | Rabu, 14 Maret 2018 | 15:40 WIB

Versi BPKP, Kerugian Negara Akibat Proyek e-KTP Rp2,3 Triliun

Versi BPKP, Kerugian Negara Akibat Proyek e-KTP Rp2,3 Triliun

News | Senin, 12 Maret 2018 | 18:55 WIB

Mendagri Sebut Mantan Napi Terorisme Berhak Dapat e-KTP

Mendagri Sebut Mantan Napi Terorisme Berhak Dapat e-KTP

News | Senin, 12 Maret 2018 | 17:04 WIB

Novanto Akui Keponakannya Bagi-bagi Duit Proyek e-KTP

Novanto Akui Keponakannya Bagi-bagi Duit Proyek e-KTP

News | Senin, 12 Maret 2018 | 16:51 WIB

Terkini

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:49 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:37 WIB

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

×