Suara.com - Perempuan berusia 26 tahun asal Adelaide, Australia, menyombongkan dirinya setelah berhasil lolos dari jeratan jeruji besi setelah telah memukuli anak perempuannya sendiri yang berusia delapan bulan. Pada September tahun lalu, Lorien Norman dijatuhi hukuman penjara dan denda sebesar 500 dolar oleh hakim pengadilan setempat.
Ia mengaku bersalah karena telah melakukan kekerasan terhadap bayinya, Evie. Lorien menggunakan sendok dapur memukuli Evie dan menyebabkan mata, hidung dan pipi putrinya itu luka memar, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Anehnya, ia hanya mendapat hukuman denda ringan dan berperilakuan baik selama dua tahun.
Dilansir dari Daily Mail, Shane McMahon, mantan suaminya sekaligus ayah Evie, mengatakan bahwa Lorien mengirimkan berbagai pesan berisi bualannya tentang bagaimana dia lolos.
"Jadi, saya tidak di penjara. Apa langkahmu selanjutnya?" tulis Lorien dalam pesannya.
"Bahkan ketika semua orang di media sosial melawan saya, saya masih tetap berhasil. Saya akan memiliki hak asuh dalam setahun."
![Postingan Evie. [Facebook/@Evies Journey]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/04/04/81743-postingan-evie.jpg)
Awalnya, Lorien mengaku bahwa Evie mendapat luka-lukanya itu karena terjatuh di taman bermain, sebelum akhirnya benar-benar mengakui perbuatannya. Sementara itu, Shane benar-benar tidak bisa berkata-kata ketika ia mendengar hukuman yang dijatuhkan kepada Lorien.
"Saya muak. Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata. Di mana keadilan Evie?" ujarnya.
"Mental Evie belum disembuhkan, karena terlalu dini dalam kehidupannya untuk menyimpulkan apa dampak yang sebenarnya pada mentalnya. Tapi yang paling menjadi perhatian adalah ketika dia kesal karena dia tidak suka apapun yang berada di dekat wajahnya dan hal itu menggambarkan bahwa ia tahu apa yang telah dialaminya dan ia sadar telah disakiti," beber Shane.
Shane mengatakan, meskipun kesehatan fisik putrinya kembali normal, mungkin butuh bertahun-tahun bagi anaknya untuk mengatasi luka mental yang dideritanya.
Meskipun Lorien kini telah menerima hukumannya, Shane masih berjuang untuk perubahan yang harus dilakukan terhadap hukum untuk melindungi anak-anak seperti Evie. Ia menyuarakan kampanye dalam laman Facebook yang bernama Evie's Journey. [Unilad] [Lintang Siltya Utami]