'Pasang Badan', Din Syamsuddin Minta Pelaporan Sukmawati Dicabut

Reza Gunadha, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 05 April 2018 | 14:22 WIB
'Pasang Badan', Din Syamsuddin Minta Pelaporan Sukmawati Dicabut
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, meminta masyarakat yang memperkarakan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi, untuk mencabut laporan.

Sebab, kata dia, Sukmawati sudah menyampaikan permohonan maaf terkait puisi berjudul "Ibu Indonesia". Puisi itu dibacakan dalam ajang Indonesia Fashion Week 2018 di JCC Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Eloknya untuk ditarik begitu ya, beda lho kalau ada orang minta maaf apalagi sudah ada kesan mau belajar Islam lagi, itu beda kan," ujar Din di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

"Ini jangan disamakan. Ini ada seorang muslim, minta maaf, mau belajar Islam. Ajaran Islam harus diberi maaf, maka tak ada salahnya ditarik (laporan polisinya)," Din menambahkan.

Perwakilan kelompok masyarakat sudah banyak yang melaporkan Sukmawati ke polisi. Mereka di antaranya yakni, pengacara Denny Adrian Kushidayat, dan Persaudaraan Alumni 212.

Ada pula kelompok yang menamakan diri Tim Pembela Ulama Indonesia (TPUI), Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII), Forum Anti Penodaan Agama (FAPA), LBH Lawyer Street, dan Kebangkitan Jawara dan pengacara Indonesia (Bang Japar).

Kemudian Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur, juga melaporkan Sukmawati ke kepolisian setempat, dan juga sejumlah warga di Batam.

Din menilai pelapor Sukmawati belum memaafkan putri proklamator Bung Karno. Sebab, mereka masih mempermasalahkan puisi berjudul "Ibu Indonesia".

"Walaupun (mengajarkan sudah) memaafkan, tapi proses hukumnya jalan terus itu namanya nggak memaafkan. Kalau sungguh-sungguh (cabut laporan). Tanya saja lagi sama beliau, tulus minta maaf," kata dia.

baca juga

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah mengajak umat muslim di Indonesia yang merasa tersinggung dengan puisi tersebut mau membukakan pintu maaf untuk Sukmawati.

"Ibu Sukmawati (sudah) menyadari kesalah dan sudah minta maaf," terangnya.

Menurut Din, Sukmawati bersedia memperdalam ajaran agama Islam. Rencananya, Sukmawati juga akan mengikuti pengajian di kediaman Din.

"Dan saya sendiri bersedia (mengajarkan), kebetulan di rumah saya ada pengajian saya akan undang beliau. Katanya beliau bersedia untuk hadir," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Diksi di Puisi Sukmawati yang Bermasalah Versi Din Syamsuddin

Ini Diksi di Puisi Sukmawati yang Bermasalah Versi Din Syamsuddin

News | Kamis, 05 April 2018 | 13:45 WIB

Amalkan Ajaran Gus Dur, Tapi GP Ansor Tetap Polisikan Sukmawati

Amalkan Ajaran Gus Dur, Tapi GP Ansor Tetap Polisikan Sukmawati

News | Kamis, 05 April 2018 | 13:31 WIB

Sudah Minta Maaf, Komunitas Muslim di Batam Polisikan Sukmawati

Sudah Minta Maaf, Komunitas Muslim di Batam Polisikan Sukmawati

News | Kamis, 05 April 2018 | 11:20 WIB

Mahfud MD Tanggapi Puisi Kontroversial Sukmawati Soekarnoputri

Mahfud MD Tanggapi Puisi Kontroversial Sukmawati Soekarnoputri

News | Kamis, 05 April 2018 | 06:20 WIB

Pelapor Sukmawati Didampingi Pengacara Kantor Nugroho Djayusman

Pelapor Sukmawati Didampingi Pengacara Kantor Nugroho Djayusman

News | Rabu, 04 April 2018 | 19:02 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×