Lindungi WNI di Luar Negeri, Kemenlu Luncurkan Safe Travel

Iwan Supriyatna, Nikolaus Tolen

Sabtu, 14 April 2018 | 17:55 WIB
Lindungi WNI di Luar Negeri, Kemenlu Luncurkan Safe Travel
Kemenlu bersama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) resmi meluncurkan aplikasi Safe Travel berbasis Android dan IOS. (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Kementerian Luar Negeri memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi guna melindungi Warga Negara lndonesia (WNI) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri.

Untuk itu pada Sabtu (14/4/2018), Kemenlu bersama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) resmi meluncurkan aplikasi Safe Travel berbasis Android dan IOS.

Aplikasi ini berfungsi apabila WNI dan TKI mendapatkan masalah sehingga pemerintah dapat memberikan bantuan, juga dapat memantau sebaran, lokasi, dan identitas WNI dan TKI di luar negeri.

"Kami memandang penting memanfaatkan teknologi dalam menghadapi situasi keamanan WNI dan TKI yang berada di luar negeri, baik untuk sementara ataupun menetap. Karena itu Kemenlu meluncurkan aplikasi Safe Travel," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam acara The Safe Travel Fest yang bertajuk 'Responsibly Fun' di Central Park, Tomang, Jakarta Barat, Sabtu (14/4/2018).

Menlu pun menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan dukungan dari pihak lainnya, seperti BRI, BNPT, Imigrasi, dan juga BNP2TKI.

"Ini merupakan upaya pemerintah untuk terus melindungi warganya saat pergi keluar negeri. Pemerintah dan negara hadir untuk melindungi. Terima kasih atas kerjasama yang diberikan oleh BNP2TKI, BNPT, Imigrasi, dengan BRI, dan AAUI," katanya.

Retno mengatakan Kemenlu, sudah sejak tahun 2016 mulai merancang aplikasi yang bertujuan untuk melindungi WNI tersebut. Namun, baru saat ini bisa meluncurkan apkikasi yang bisa dibuka di media elektronik.

"Sebenarnya kita sudah mengembangkannya dari 2016, Januari 2017 kita mengembangkan lagi safe travel tapi dalam bentuk beta. Alhamdullilah, hari ini kita bisa meluncurkan aplikasinya yang dapat digunakan di multiple paltform, seperti android, Iphone, dan lain sebagainya. Ini akan merasa lebih aman dan terlindungi dan kalau terjadi sesuatu silahkan memencet tombol yang ada di dalamnya," katanya.

Retno mengatakan fungsi dari aplikasi tersebut adalah sebagai pendeteksi awal jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Dan nantinya dengan begitu akan mendapatkan respon yang cepat setelah memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalamnya.

baca juga

"Aplakasi ini tujuan utamanya berfungsi sebagai early detection, sehingga nanti akan mendapatkan respon cepat. Silahkan mengunjungi pameran ini, sehingga kita nanti tahu bagaimana menggunakan aplikasi safe travel ini," katanya.

Aplikasi ini juga kata Retno menjadi sangat penting karena tren wisata keluar negeri semakin meningkat. Berdasarkan data Kemenlu menunjukkan sebanyak 2.978.446 WNI berada di luar negeri. Dari jumlah tersebut, mayoritas
sebesar 2.825.939 merupakan pekerja migran, sisanya terdiri atas pelajar dan Anak Buah Kapal (ABK)
Sementara itu, tercatat 18 juta WNI berpergian ke luar negeri untuk keperluan wisata, termasuk wisata
religi (haji dan umroh).

Menurut Retno, ada beberapa keuntungan apabila mengunduh aplikasi Safe Travel seperti mendapatkan informasi lengkap mengenai 180 negara terkait dengan tingkat keamanan dan kerawanan suatu negara yang ditandai dengan indikator warna, informasi alamat, nomor telepon, faksimili, email, dan hotline Perwakilan Rl, baik Kedutaan Besar RI, Konsulat Jenderal Rl.

Ataupun bila terdapat Konsulat RI di negara tersebut, hukum dan tata aturan yang berlaku di masing-masing negara, mata uang setempat, tempat ibadah, lokasi wisata, dan informasi kuliner Indonesia.

"Terdapat pula infografis unik yang menghibur dan bisa menjadi bacaan saat perjalanan menuju negara tujuan. Informasi lainnya, bahkan hingga colokan listrik yang dipergunakan di negara tujuan," kata Retno

Aplikasi ini dapat juga dimanfaatkan untuk mengatur perjalanan dan lapor diri, mengakses pelayanan perwakilan RI seperti melaporkan kehilangan paspor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Depan Menteri Hukum, WNI di Hong Kong Sautkan Salam 3 Jari

Depan Menteri Hukum, WNI di Hong Kong Sautkan Salam 3 Jari

Video | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 21:17 WIB

Sosok Taufiq Muhammad WNI Tentara Bayaran Rusia Baru Tewas di Perang Ukraina

Sosok Taufiq Muhammad WNI Tentara Bayaran Rusia Baru Tewas di Perang Ukraina

News | Senin, 02 November 2026 | 10:28 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Kasus 1,16 Ton Ketamin: 7 WNI ABK Kapal MT Global 168 Dibebaskan karena Tak Tahu Angkut Narkoba

Kasus 1,16 Ton Ketamin: 7 WNI ABK Kapal MT Global 168 Dibebaskan karena Tak Tahu Angkut Narkoba

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Skema Baru Pengembalian Pajak Belanja Bagi Turis di Jepang

Skema Baru Pengembalian Pajak Belanja Bagi Turis di Jepang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Pembunuh WNI Isaac Hansen Averino Bebas dari Hukuman Penjara Jerman

Pembunuh WNI Isaac Hansen Averino Bebas dari Hukuman Penjara Jerman

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:20 WIB

WNI Doyan Shopping Bisa Dapat Fasilitas Bebas Pajak Mulai 1 November, Syaratnya Belanja di Jepang

WNI Doyan Shopping Bisa Dapat Fasilitas Bebas Pajak Mulai 1 November, Syaratnya Belanja di Jepang

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Terkini

'Jangan Buat Telinga Tuli atas Tangisan Gaza!' Massa di Jakarta Desak Pembatalan Konser Bocelli

'Jangan Buat Telinga Tuli atas Tangisan Gaza!' Massa di Jakarta Desak Pembatalan Konser Bocelli

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:47 WIB

AS-Iran Perang Lagi, Ledakan Guncang Pulau Qeshm Selat Hormuz

AS-Iran Perang Lagi, Ledakan Guncang Pulau Qeshm Selat Hormuz

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:47 WIB

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:46 WIB

Gerindra Klaim Polisi yang Tangkap Kadernya di Jatim Dimutasi karena Diduga Minta Uang

Gerindra Klaim Polisi yang Tangkap Kadernya di Jatim Dimutasi karena Diduga Minta Uang

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 12:46 WIB

Emiten Prajogo Pangestu Borong Saham Rp830 Miliar, Siapkan Dana Rp4,5 Triliun

Emiten Prajogo Pangestu Borong Saham Rp830 Miliar, Siapkan Dana Rp4,5 Triliun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 12:45 WIB

Siapa Penyelenggara GSI Youth Fest Hero Summit? Batal Undang Raffi Ahmad

Siapa Penyelenggara GSI Youth Fest Hero Summit? Batal Undang Raffi Ahmad

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:45 WIB

Genjot Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 M untuk Perbaikan Jaringan Irigasi

Genjot Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 M untuk Perbaikan Jaringan Irigasi

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 12:45 WIB

9 Fakta Jet Pribadi Jatuh di Florida, Jadi Kecelakaan Learjet 60 Paling Mematikan

9 Fakta Jet Pribadi Jatuh di Florida, Jadi Kecelakaan Learjet 60 Paling Mematikan

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:45 WIB

Yamaha Gear Ultima Edisi Kicau Mania Hadir dengan Fitur Pengangkut Sangkar Burung

Yamaha Gear Ultima Edisi Kicau Mania Hadir dengan Fitur Pengangkut Sangkar Burung

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 12:45 WIB

Jamdatun Usul Jaksa Agung Jabat Kepala Badan Pengelola Aset secara Ex Officio

Jamdatun Usul Jaksa Agung Jabat Kepala Badan Pengelola Aset secara Ex Officio

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:44 WIB

×