Sering 'Diserang', Jokowi Jadi Tokoh Muslim Berpengaruh Sedunia

Reza Gunadha, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 16 April 2018 | 17:59 WIB
Sering 'Diserang', Jokowi Jadi Tokoh Muslim Berpengaruh Sedunia
Presiden Joko Widodo (kiri) menyambut ulama sebelum melakukan pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/4).

Suara.com - Presiden Joko Widodo kembali masuk ke dalam daftar orang muslim paling berpengaruh di dunia versi The Muslim 500 tahun 2018. Jokowi berada pada urutan 16 dari 500 tokoh.

‎Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, masuknya nama Jokowi sebagai bukti perjuangan presiden kepada umat Muslim di Indonesia.

"Jadi kalau ada sebagian kecil yang menyuarakan bahwa presiden selalu ‘miring’ dalam konteks itu, menurut saya perlu disudahilah. Tak perlu lagi dieksploitasi dan seterusnya," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

"Itu sebuah indikator bahwa presiden betul-betul telah diterima di lingkungan kaum muslimin dengan baik," Moeldoko menambahkan.

Menurut Moeldoko, ‎Presiden Jokowi telah memperjuangkan berbagai kepentingan umat Muslim di Indonesia, di antaranya menetapkan Hari Santri Nasional dan membuat Bank Wakaf Mikro di pesantren.

Untuk diketahui, The Muslim 500 adalah sebuah survei tahunan yang mencantumkan 500 sosok muslim paling berpengaruh di dunia.

Dalam publikasinya, para editor survei ini mengutip ucapan Jokowi yang menyatakan bahwa "keberagaman selalu menjadi bagian dari DNA Indonesia. Meskipun banyak tantangan, Islam di Indonesia selalu menjadi kekuatan yang moderat".

Penyelenggara survei ini adalah The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berkedudukan di Amman, Yordania.

Dalam menentukan tokoh yang berpengaruh, digabungkan kombinasi matriks sosial, opini publik, dan pendapat para ahli.

baca juga

Selain Presiden Jokowi, ada dua nama lain dari Indonesia yang masuk Top 50. Yaitu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di peringkat ke-22 dan ulama karismatis Habib Luthfi bin Yahya di peringkat ke-41 .

Sementara, mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin masuk daftar "Honourable Mentions."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Median: 46,37 Persen Publik Ingin Ganti Jokowi di Pilpres 2019

Median: 46,37 Persen Publik Ingin Ganti Jokowi di Pilpres 2019

News | Senin, 16 April 2018 | 16:49 WIB

Survei Median Merilis 5 Cawapres Jokowi yang Diidamkan Publik

Survei Median Merilis 5 Cawapres Jokowi yang Diidamkan Publik

News | Senin, 16 April 2018 | 15:33 WIB

Istana Kritik Ceramah 'Presiden Bikin Rakyat Miskin' di Masjid

Istana Kritik Ceramah 'Presiden Bikin Rakyat Miskin' di Masjid

News | Senin, 16 April 2018 | 13:06 WIB

Ceramah Eggi 'Presiden Bikin Rakyat Miskin', Ini Komentar Istana

Ceramah Eggi 'Presiden Bikin Rakyat Miskin', Ini Komentar Istana

News | Senin, 16 April 2018 | 12:55 WIB

Pakar: Kalau Ingin Menang, Jokowi Harus Ambil Anies Jadi Cawapres

Pakar: Kalau Ingin Menang, Jokowi Harus Ambil Anies Jadi Cawapres

News | Sabtu, 14 April 2018 | 06:01 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×