Tragedi Mako Brimob, Megawati: Ini Tak Berperikemanusiaan

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Sabtu, 12 Mei 2018 | 06:36 WIB
Tragedi Mako Brimob, Megawati: Ini Tak Berperikemanusiaan
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Apel Siaga Kader PDIP Jateng di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/5/2018). [Suara.com/Adam Iyasa]

Suara.com - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan duka yang sangat mendalam atas gugurnya lima personel anggota polisi dalam tragedi bentrokan dengan narapidana kasus terorisme Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5/2108).

"Saya menangis, peristiwa bentrok dengan narapidana teroris memilukan. Bayangkan itu polisi muda membela Tanah Air tercinta. Mereka menjaga dan membela keutuhan Pancasila," katanya, disela Apel Siaga Kader PDIP Jateng di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5/2018).

Secara terbuka, di atas panggung dengan suara sengau menahan sedih dan geram, Megawati menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi anak bangsa yang gugur bertugas menunaikan kewajiban negara itu.

"Atas nama PDIP saya menyatakan duka mendalam. Bayangkan mereka umur berapa, salah mereka apa? Apakah mereka (teroris) punya hak menentukan kematian dan hidup (polisi), ini kesewenang-wenangan dan tidak berperikemanusiaan," katanya.

Megawati lalu mengajak semua kader untuk berani melawan teroris yang ingin mengubah negara Pancasila.

"Jadi tak dibayangkan jika ada yang mau mengubah Pancasila. Para pendiri republik ini tidak akan terima, Jasmerah, jangan sekali melupakan sejarah, 350 tahun dijajah, kini merdeka," katanya.

"Apakah kita akan terima? Tentu tidak boleh kita terima, karena hidup ini demi Republik Indonesia. Apakah kalian mau diajak lagi kayak dahulu kala? Apa tidak kurang 350 tahun dijajah bangsa lain yang budaya dan lainnya berbeda dengan kultur bangsa kita?" tambahnya.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Apel Siaga Kader PDIP Jateng di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/5/2018). [Suara.com/Adam Iyasa]

Atas dasar Pancasila pula, Megawati berharap para pembunuh anggota kepolisian itu bisa dihadapkan pada aturan hukum.

Baca Juga: Berangkat dengan Uang Sendiri, Egi Sukses Pecahkan Rekornas

"Indonesia negara hukum, mereka yang telah membunuh polisi harus dihukum," pungkasnya. [Adam Iyasa]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI