Ketua Komisi I DPR Nilai Densus 88 Bisa Masuk Kampus saat Darurat

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 04 Juni 2018 | 16:54 WIB
Ketua Komisi I DPR Nilai Densus 88 Bisa Masuk Kampus saat Darurat
Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menilai untuk sementara waktu Kepolisian Indonesia diperbolehkan masuk ke lingkungan pendidikan, seperti kampus. Namun sebenarnya itu tidak diperbolehkan.

Dia mengomentari anggota Densus 88 yang merangsek masuk ke dalam lingkungan Universitas Riau (UNRI) untuk menangkap teroris yang merakit bom di sana. Anggota dari Fraksi PKS tersebut menjelaskan aparat keamanan diberi kewenangan untuk masuk ke lingkungan pendidikan tersebut tidak sesuai dengan teori-teori pendidikan.

"Semua kalau represif, diktator, otoriter apa segala macam tidak sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan ini kan nanti kontra produktif. Oleh karenanya, saya kira ini boleh lah sementara," kata Abdul di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPR-RI, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).

Abdul khawatir apabila aparat keamanan terus diberi kewenangan untuk masuk area kampus dan melakukan penggeledahan, itu akan ditakutkan menganggu perkembangan psikologis mahasiswa.

"Kalau seperti itu depresi mereka. Kalau anak itu masih usia masih belia depresi itu menghancurkan sel otak sekian juta semakin bodoh kita kalau misalkan begitu nanti gak ada orang kreatif kita ini," ujar Abdul.

Oleh karena itu, ia berharap proses penggeledahan tersebut tidak hanya dipikirkan untuk waktu yang sementara akan tetapi juga untuk jangka panjang.

"Kita harus berpikir ke depan karena kita tidak bisa menyelesaikan problematika hanya untuk saat-saat yang penting. Sekarang selesai kemudian ke depan mau apa ini namanya nggak systemable kan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Detasemen Khusus 88 Antiteror menyita empat unit bom rakitan berdaya ledak tinggi dari hasil penggerebekan di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Riau, Kamis sore.

Dari penangkapan tersebut, juga disita empat bom siap ledak sebesar botol aqua dari Gelanggang Mahasiswa FISIP Unri. Selain itu, juga dsita serbuk putih teridentifikasasi sebagai TATP, yaitu bahan peledak jenis high explosive merupakan campuran hidrogen peroxida (H2O2).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teman Perakit Bom Kampus Riau Berpotensi Jadi Tersangka Terorisme

Teman Perakit Bom Kampus Riau Berpotensi Jadi Tersangka Terorisme

News | Senin, 04 Juni 2018 | 16:22 WIB

Ragukan Kantornya Mau Dibom Teroris, Fadli Zon: DPR Punya Rakyat

Ragukan Kantornya Mau Dibom Teroris, Fadli Zon: DPR Punya Rakyat

News | Senin, 04 Juni 2018 | 15:35 WIB

Menristek Bolehkan Polisi Bersenjata Lengkap Masuk Kampus

Menristek Bolehkan Polisi Bersenjata Lengkap Masuk Kampus

News | Senin, 04 Juni 2018 | 12:15 WIB

Zamzam Suka Bawa Bom Kecil ke Kampus UNRI dan Pamer ke Adik Kelas

Zamzam Suka Bawa Bom Kecil ke Kampus UNRI dan Pamer ke Adik Kelas

News | Senin, 04 Juni 2018 | 10:20 WIB

Sosok Zamzam, Si Perakit Bom Kampus Suka Diskusi Berbau Daulah

Sosok Zamzam, Si Perakit Bom Kampus Suka Diskusi Berbau Daulah

News | Senin, 04 Juni 2018 | 09:54 WIB

Terkini

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:39 WIB

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB