Penyerangan Ahmadiyah NTB, YLBHI Temukan Keterlibatan Aparat

Bangun Santoso | Lili Handayani | Suara.com

Rabu, 06 Juni 2018 | 17:07 WIB
Penyerangan Ahmadiyah NTB, YLBHI Temukan Keterlibatan Aparat
Sekelompok massa menodai kesucian bulan Ramadan 2018, dengan melakukan aksi perusakan dan pengusiran warga Muslim Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/5/2018). [PB JAI]

Suara.com - Tiga lembaga hukum telah melakukan investigasi khusus di lokasi perusakan rumah jemaah Ahmadiyah di Lombok Timur (Lotim). Tiga lembaga itu adalah YLBHI, LBH GP Ansor dan PB JAI. Lantas bagaimana hasilnya?

Dari investigasi itu, ketiga lembaga hukum itu menyimpulkan ada keterlibatan pemerintah daerah (Pemda) dan kepolisian dalam aksi pengusiran terhadap jemaah Ahmadiyah. Ketiga organisasi itu pun mendesak agar kasus tersebut segera diselesaikan.

YLBHI, LBH GP Ansor dan PB JAI berkunjung ke daerah Lombok Timur pada tanggal 26 Mei 2018. Dari kunjungan itu mendapati sejumlah temuan. Salah satunya ada oknum aparat negara yang terlibat dalam kasus perusakan itu. Kemudian temuan akan lemahnya tindakan perlindungan dan penegakkan hukum.

"Kebencian dan ancaman sudah berlangsung lama, tetapi peristiwa sebelumnya bisa diatasi ketika pemerintah tegas. Sebelumnya di Lombok Timur pada dua peristiwa sebelumnya tidak berlanjut saat bupati dan aparat lainnya tegas melindungi hak-hak warga negara," kata Ketua YLBHI Bidang Advokasi, Muhamad Isnur di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jalan Kramat Raya No 65A, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Isnur mengatakan, perubahan selanjutnya terlihat setelah Februari 2018. Di mana perubahan kepemimpinan ke tangan Pjs Bupati Lombok Timur. Aparat di sana tidak lagi melindungi hak-hak kewarganegaraan. Ia mencontohkan, saat di Montong Tangi, kepala desa saat itu aktif mengundang dan memimpin rapat.

Dalam rapat itu, kepala desa memberi intruksi kepada kepala dusun untuk mendatangi rumah-rumah warga menanyakan apakah ada yang tergabung dengan Ahmadiyah atau tidak.

"PJS Bupati Achsanul Kholiq secara terbuka menampakkan kebencian terhadap komunitas Ahmadiyah dan diduga kuat melakukan pemaksaan warga berpindah keyakinan saat mediasi di Makodim 1615/LOTIM pada 21 Mei 2018. Tim juga mencatat rangkaian panjang tindakan dugaan ketidaksukaan Achsanul terhadap Ahmadiyah di NTB," kata Isnur.

Menuru Isnur, 19 hari setelah penyerangan hingga hari ini, Polres Lombok Timur dan Polda NTB tidak sanggup menegakkan hukum dan melakukan penangkapan atau penahanan terhadap pelaku provokator dan penyerangan. Ia juga menyayangkan saat oknum Kompolnas turun ke Lombok Timur. Di mana menurutnya Kompolnas hanya berkunjung sebentar dan tidak menunjukan sikap respect kepada para korban.

Sementara itu, Sekjen GP Ansor, Adung Abdul Rahman mengatakan, YLBHI, LBH GP Ansor dan PB JAI mendesak berbagai pihak untuk turut menuntaskan kasus itu. Ia juga mendesak Menteri Dalam Negeri, Kemenpan RB, dan badan kepegawaian untuk memberikan sanksi kepada aparat sipil yang terlibat kasus di Lombok Timur.

Tidak itu saja, Adung juga mendesak Jaksa Agung untuk mengevaluasi dan mengganti Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lombok Timur yang terlibat dalam siar kebencian dan upaya-upaya koersi.

Ketua Komite Hukum JAI, Fitria Sumarni menambahkan, setidaknya ada sembilan rumah yang mengalami kerusakan karena insiden tersebut. Ia mengatakan kondisi saat ini para pengunggsi membutuhkan alat transportasi dan dukungan untuk anak-anaknya yang ingin bersekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seruan KPAI Atas Nasib Anak-Anak Ahmadiyah Korban Persekusi

Seruan KPAI Atas Nasib Anak-Anak Ahmadiyah Korban Persekusi

News | Senin, 28 Mei 2018 | 07:17 WIB

Masyarakat Sipil Minta UU Terorisme Perkuat Pencegahan Terorisme

Masyarakat Sipil Minta UU Terorisme Perkuat Pencegahan Terorisme

News | Jum'at, 25 Mei 2018 | 18:43 WIB

Polisi Klaim Tak Ada Motif Agama di Penyerangan Ahmadiyah NTB

Polisi Klaim Tak Ada Motif Agama di Penyerangan Ahmadiyah NTB

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 19:41 WIB

Usut Kasus Persekusi Jemaah Ahmadiyah, Polisi Periksa 7 Orang

Usut Kasus Persekusi Jemaah Ahmadiyah, Polisi Periksa 7 Orang

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 16:36 WIB

Polisi Periksa 7 Saksi di Kasus Penyerangan Ahmadiyah NTB

Polisi Periksa 7 Saksi di Kasus Penyerangan Ahmadiyah NTB

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 16:04 WIB

Terkini

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB