Cina Hukum Mati Bandar Narkoba di Depan Ratusan Siswa Sekolah

Reza Gunadha

Kamis, 28 Juni 2018 | 19:35 WIB
Cina Hukum Mati Bandar Narkoba di Depan Ratusan Siswa Sekolah
Huang Zhengye dan Cai Liqun, dua bandar narkoba, ditembak mati di hadapan sekitar 300 orang siswa dan mahasiswa di Cina. [Daily Mail]

Suara.com - Pemerintah Cina memunyai cara kontroversial tapi dinilai ampuh agar generasi muda negeri itu tak terpengaruh narkoba, apalagi menjadi seorang bandar.

Pengadilan negara komunis tersebut, seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (28/6/2018), menghukum tembak bandar-bandar narkoba di hadapan ratusan orang yang didominasi oleh anak-anak sekolah.

Hal itu seperti yang terjadi di Haikou, Provinsi Hainan, Cina selatan, Selasa (26/6) pekan ini. Saat itu, terdapat dua bandar narkoba dipamerkan dan ditembak mati di hadapan pelajar maupun mahasiswa.

Video hukuman kontroversial tersebut dirilis oleh laman berita lokal hinews.cn. Penghukuman publik itu digelar Pengadilan Qiongshan dan Pengadilan Menengah Haikou, dan ditonton oleh sekitar 300 warga.

“Itu adalah bagian dari kampanye pemerintah pada Hari Internasional Melawan Penyalahgunaan Narkoba dan Peredaran Gelap, yang jatuh pada 26 Juni setiap tahun,” tulis hinews.cn.

Kriminal pertama, Cai Liqun yang berusia 39 tahun, dinyatakan bersalah menjual sabu dan magu. Narkoba yang disebut terakhir adalah campuran sabu dan kafein yang tergolong baru di Cina.

Cai dinyatakan bersalah karena membeli narkoba itu melalui pos, sebelum menjualnya pada sejumlah orang antara September dan November tahun 2015.

Bandar narkoba kedua, Huang Zhengye, 36 tahun, dinyatakan bersalah memiliki dan menjual sabu. Dia tertangkap memiliki 4.749 gram sabu pada tahun 2015.

"Sekarang saya umumkan, bawa Cai Liqun dan Huang Zhenye dibawa ke tempat eksekusi dan dihukum tebak,” kata seorang hakim perempuan di lapangan tersebut.

baca juga

Untuk diketahui, pengadilan Cina tak jarang menghukum mati kriminal di depan banyak orang. Bahkan, terdapat banyak kasus para kriminal ditembak mati di hadapan ribuan orang.

Pan Hui, gusu SMA setempat, mengatakan kepada China News bahwa eksekusi seperti itu dapat membantuk mendidik siswanya.

"Kami, di sekolah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya narkoba secara teoritik. Eksekusi mati semacam ini, akan melengkapi pemahaman itu,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mata-matai Warganya, Cina Gunakan Kawanan Burung Robot

Mata-matai Warganya, Cina Gunakan Kawanan Burung Robot

Tekno | Selasa, 26 Juni 2018 | 14:15 WIB

Tak Mau Ribet Makan Lobster? Resto Ini Sediakan Jasa Pengupas

Tak Mau Ribet Makan Lobster? Resto Ini Sediakan Jasa Pengupas

Lifestyle | Selasa, 26 Juni 2018 | 12:15 WIB

Diperbarui, Baterai OnePlus 6 Malah Jadi Cepat Habis

Diperbarui, Baterai OnePlus 6 Malah Jadi Cepat Habis

Tekno | Senin, 25 Juni 2018 | 15:30 WIB

Toyota Siap Pasarkan Produk di Cina

Toyota Siap Pasarkan Produk di Cina

Otomotif | Jum'at, 22 Juni 2018 | 15:15 WIB

Aman Abdurrahman Tak Takut Vonis Mati, Kutuk Bom Gereja Surabaya

Aman Abdurrahman Tak Takut Vonis Mati, Kutuk Bom Gereja Surabaya

News | Jum'at, 22 Juni 2018 | 08:46 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×