Nama Besar Megawati Tak Mampu Dongkrak Elektabilitas Ponakannya

Iwan Supriyatna, Yosea Arga Pramudita

Sabtu, 30 Juni 2018 | 17:10 WIB
Nama Besar Megawati Tak Mampu Dongkrak Elektabilitas Ponakannya
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Apel Siaga Kader PDIP Jateng di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/5/2018). [Suara.com/Adam Iyasa]

Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) gagal meraih kemenangan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 di sejumlah daerah, seperti Sumatera Utara, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Salah satunya adalah kekalahan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno di Pilgub Jawa Timur. Dalam hal ini, nama besar Megawati Soekarnoputri tidak serta merta mengangkat elektabilitas pasangan tersebut, khususnya nama Puti Guntur Soekarno yang diketahui adalah ponakan dari Megawati.

Direktur Pusat Studi Sosial Politik Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubeidilah Badrun menyebut, PDIP masih membutuhkan tokoh-tokoh secara biologis yang merupakan keturunan orang besar baik secara psikologi politik. Namun secara sosiologis hal itu menjadi sorotan bahwa masyarakat menginginkan sosok baru.

"Harus menjadi peringatan buat Ibu Mega bahwa memang rakyat sudah menginginkan tokoh-tokoh baru. Ada regenerasi lah di PDIP. Kan berbahaya juga kalau partai jadi dinasti dan oligarki terus," kata Ubeidilah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).

Ubeidilah khawatir jika tokoh besar dalam sebuah partai politik akan menjadi oligarki. Hal ini terlihat dari PDIP dan Partai Demokrat yang secara simbolik ada nama besar di sana, yakni Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya kira harus berpikir menjadi partai yang modern, sebagai partai modern dia harus memperbaiki pola-pola rekruitmen dan regenerasi mereka, agar tidak itu-itu saja yang menjadi pemimpin di partai itu," jelasnya.

Tren tersebut diperparah dengan kekalahan politik dinasti di sejumlah daerah. Menurut Ubeidilah masyarakat pemilih semakin cerdas dan tidak suka dengan orang yang terlalu ambisius berkuasa tanpa dibarengi kapasitas.

"Saya kira itu kritik publik terhadap partai politik, termasuk pada PDIP," tandas Ubeidilah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rizal Sebut Partai Nasionalis Rontok di Pilkada, Ini Respon PDIP

Rizal Sebut Partai Nasionalis Rontok di Pilkada, Ini Respon PDIP

News | Sabtu, 30 Juni 2018 | 08:10 WIB

Kiai Bilang Banyak Dicurangi, Gus Ipul: Saya Ikhlas Kalah

Kiai Bilang Banyak Dicurangi, Gus Ipul: Saya Ikhlas Kalah

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 20:59 WIB

Wali Kota Risma: Gus Ipul dan Puti Soekarno Dicurangi

Wali Kota Risma: Gus Ipul dan Puti Soekarno Dicurangi

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 19:26 WIB

Terkini

Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:51 WIB

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:09 WIB

Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:05 WIB

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:13 WIB

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:06 WIB

Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim

Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:38 WIB

Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli

Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:20 WIB

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan

Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:55 WIB