BNP2TKI Siap Pulangkan Para Korban Kapal Karam Johor

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 06 Juli 2018 | 09:40 WIB
BNP2TKI Siap Pulangkan Para Korban Kapal Karam Johor
Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid. (Dok: BNP2TKI)

Suara.com - Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, menyatakan, ia terus berkoordinasi dengan KJRI Johor dan terus memantau perkembangan di lapangan terkait karamnya kapal di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Senin (2/7/2018), pukul 04.00 waktu setempat.

"BNP2TKI sudah berkoordinasi dengan KJRI Johor Bahru dan telah bersiaga penuh untuk ikut terlibat dalam penanganan dan pemulangan para korban ke daerah asalnya," ungkap Nusron Wahid, ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Menurut Nusron, sampai saat ini, para korban selamat maupun meninggal sedang ditelusuri identitas dan daerah asalnya.

"Satgas PWNI KJRI Johor Bahru dan otoritas terkait di sana sedang bertugas untuk melakukan penanganan dan mendata para korban kapal tersebut," ujarnya.

Berdasarkan data di posko penanganan korban kapal karam di Tanjung Pangelih, ke-25 nama korban selamat adalah Kristin, Arsil, Milwan, Mohd Nasir, Supriadi, Hendra, Bartobo, Habibul, Abil, Panji, Tinus, Adi, Rismi, Jumilah, Hendri, Pian, Sukandi, Rumandi, Tainser, Anbar, Jefrianto, Isah, Masriadi, Tahri dan Jainal.

Informasi yang diperoleh berdasarkan brafaks yang diterima BNP2TKI,  Senin (2 /7/2018), pukul 01.45 waktu Malaysia, Maritime Rescue Sub Center (MRSC) Johor telah menerima laporan kejadian perahu karam dari Jabatan Bomba dan Penyelamat (Pemadam Kebakaran) Bandar Penawar, Kota Tinggi, Johor. Laporan tersebut diteruskan kepada MTPPM Pengerang.

Lokasi kecelakaan berada di 6.5 NM Timur Tanjung Balau (perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi). Penumpang diperkirakan 44 orang, 38 orang laki-laki dan 6 perempuan. Korban selamat 24 laki-laki dan 1 perempuan, dan korban meninggal 1 perempuan, dan korban yang belum ditemukan sekitar 18 orang.

Korban yang selamat akan dibawa ke Pangkalan APMM Tanjung Sedili untuk proses lebih lanjut. Dari 25 korban yang selamat tersebut, 8 orang dibawa terlebih dahulu ke Sungai Rengit untuk dicek kesehatannya, karena ada yang  luka ringan, sedang dan berat.

Untuk korban yang meninggal dunia akan dibawa ke rumah sakit Kota Tinggi, demikian keterangan yang didapat oleh BNP2TKI.

Selanjutnya, tim satgas Perlindungan WNI KJRI Johor Bahru telah mengunjungi posko APMM di Tanjung Pangelih untuk melakukan pendalaman penanganan terhadap kapal karam tersebut dan bertemu dengan para korban. Kasus tersebut akan disidik oleh penyidik APMM Tanjung Sedili, untuk proses lebih lanjut.

Untuk korban yang meninggal dunia akan disidik oleh Pasukan Polis Marin wilayah 2, Tampoi dan operasi SAR tetap dilaksanakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, mengatakan, sebelumnya Kepala BNP2TKI gencar memperingatkan kepada para PMI baik yang mudik maupun kembali ke negara penempatan agar menggunakan sarana yang benar dan jalur resmi, karena menyangkut kebaikan dan keselamatan.

"Tidak bosan-bosan BNP2TKI menghimbau agar para PMI menggunakan jalur resmi. Jangan ambil risiko dan jangan tergoda untuk kembali dengan mengambil jalan pintas seperti dengan menggunakan jalur kapal laut yang ilegal atau tongkang, karena sangat beresiko dan berbahaya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diprotes Ulama, Prabowo Tetap Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace, Mengapa?

Diprotes Ulama, Prabowo Tetap Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace, Mengapa?

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 08:44 WIB

Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat

Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:36 WIB

Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an

Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:55 WIB

Berdiri di Atas Tanah Kemenhan, Nusron Wahid Cabut HGU Raksasa Gula Sugar Group Companies

Berdiri di Atas Tanah Kemenhan, Nusron Wahid Cabut HGU Raksasa Gula Sugar Group Companies

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:20 WIB

Nusron Wahid: Ribuan Hektare Tanah Terlantar dan HGU Disiapkan Jadi Rumah Korban Bencana

Nusron Wahid: Ribuan Hektare Tanah Terlantar dan HGU Disiapkan Jadi Rumah Korban Bencana

News | Senin, 19 Januari 2026 | 18:58 WIB

Menteri Nusron Kucurkan Rp3,1 M, Terbitkan SK 'Tanah Musnah' untuk Korban Bencana Aceh

Menteri Nusron Kucurkan Rp3,1 M, Terbitkan SK 'Tanah Musnah' untuk Korban Bencana Aceh

News | Senin, 19 Januari 2026 | 18:53 WIB

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

News | Senin, 24 November 2025 | 17:51 WIB

Isu Pemakzulan Gus Yahya Menguat, Begini Reaksi Nusron Wahid Soal Polemik Internal PBNU

Isu Pemakzulan Gus Yahya Menguat, Begini Reaksi Nusron Wahid Soal Polemik Internal PBNU

News | Senin, 24 November 2025 | 17:12 WIB

Sertifikat Tanah Ganda Paling Banyak Keluaran 1961 Hingga 1997, Apa Solusinya?

Sertifikat Tanah Ganda Paling Banyak Keluaran 1961 Hingga 1997, Apa Solusinya?

Bisnis | Minggu, 16 November 2025 | 19:02 WIB

Kasus Sertifikat Tanah Ganda Merajalela, Menteri Nusron Ungkap Penyebabnya

Kasus Sertifikat Tanah Ganda Merajalela, Menteri Nusron Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 16 November 2025 | 18:46 WIB

Terkini

PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel

PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel

News | Jum'at, 03 April 2026 | 06:48 WIB

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB