Setiap Tiga dari Empat Anak di Sudan Selatan Kenal Perang

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 09 Juli 2018 | 11:27 WIB
Setiap Tiga dari Empat Anak di Sudan Selatan Kenal Perang
Ilustrasi tentara belia [Shutterstock].

Suara.com - Selagi negara, kaum dewasa, dan para pengambil kebijakan disibukkan oleh peperangan, hal yang tersisa bagi kaum belia khususnya kanak-kanak adalah warisan ketidaknyamanan. Hal ini terjadi di Sudan SelatanSetiap tiga dari empat anak di Sudan Selatan kenal perang.

Dunia mereka mestinya penuh ceria, canda-tawa dan berkelimpahan kasih sayang, namun kenyataannya adalah pemandangan berdarah ditambah suara ledakan menjadi bagian dari keseharian. Tak terelakkan, setiap tiga dari empat anak di Sudan Selatan kenal perang.

Dana Anak PBB atau UNICEF di New York, Amerika Serikat menyatakan pada Senin (09/07/2018) bahwa Sudan Selatan sebagai negara termuda di dunia yang merdeka pada 2011 mengalami perang saudara sejak 2013. Komposisi penduduknya,  tiga perempat dari total jumlahnya lahir dalam masa perang. Atau  dari 3,4 juta bayi, sebanyak 2,6 juta-nya adalah produk dari masa tidak aman.

"Di usia tujuh tahun, jutaan anak Sudan Selatan telah melihat peperangan yang tampaknya tiada pernah berakhir, serta menjadikan hidup mereka porak-poranda. Perbandingannya, tiga dari empat anak mengenal perang," tukas Henrietta Fore, Direktur Pelaksana UNICEF yang mengunjungi negara itu di awal 2018.

Akibat konflik dan situasi tidak aman, maka anak-anak ini juga mengalami keterbelakangan dalam mengenal dunia luar, dibandingkan teman-teman seusia dari negara-negara bebas peperangan. Mereka tidak bersekolah, kekurangan gizi, rentan terhadap penyakit, bahkan mengalami pelecehan serta eksploitasi anak.

Sebanyak 19 ribu anak telah direkrut menjadi tentara belia, pengirim pesan atau the messenger, dan sebagai kuli, dengan derita mengalami pelecehan seksual serta kekerasan. Hanya 800 anak di luar jumlah ini yang berhasil dibebaskan oleh kelompok bersenjata sekitar Januari 2018.

Sementara angka kekurangan gizi pada anak-anak mencapai satu juta, dan 300.000 di antaranya berada di ambang kematian. Dan jumlah yang sudah diungsikan mencapai lebih dari 2,5 juta dimulai dari 2013.

Ditilik dari sisi pemberian bantuan kemanusiaan, lebih dari 100 pekerja kemanusiaan dan relawan tewas dalam kerusuhan peperangan bersaudara di Sudan Selatan sejak 2013. Termasuk di antaranya adalah seorang pengemudi dari UNICEF, yang terjadi sekitar dua pekan lalu. 

"Harapan kami, para pemimpin dan komandan yang telah mengadakan penandatanganan kesepakatan genjatan senjata baru-baru ini bisa terus konsisten dengan putusan mereka," kata Fore.

baca juga

Hal ini penting, lanjutnya, "Karena dengan hadirnya perdamaian, mereka bisa menjamin para pekerja kemanusiaan seperti UNICEF agar diberi akses seluas-luasnya untuk menolong siapa saja yang memerlukan, termasuk anak-anak sebagai prioritas."

Dengan begitu persentasi setiap tiga dari empat anak di Sudan Selatan kenal perang, bisa dihapus suatu hari nanti.  Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Sedang Sedih, Ini Caranya Agar Mereka Mau Bicara

Anak Sedang Sedih, Ini Caranya Agar Mereka Mau Bicara

Health | Kamis, 28 Juni 2018 | 14:58 WIB

Perempuan Perkasa Ini Memberikan Pengadilan Bagi Pemerkosa

Perempuan Perkasa Ini Memberikan Pengadilan Bagi Pemerkosa

News | Minggu, 24 Juni 2018 | 20:29 WIB

Awas, Pola Asuh Helikopter Bikin Anak Berkelakuan Buruk

Awas, Pola Asuh Helikopter Bikin Anak Berkelakuan Buruk

Health | Jum'at, 22 Juni 2018 | 12:44 WIB

Anak Sering Lihat Iklan Makanan Cepat Saji, Ini Dampak Buruknya

Anak Sering Lihat Iklan Makanan Cepat Saji, Ini Dampak Buruknya

Health | Kamis, 31 Mei 2018 | 11:15 WIB

Terkini

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:34 WIB

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:30 WIB

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:39 WIB

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:32 WIB

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:26 WIB

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:39 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB