Ahed Tamimi Bebas: Kaum Muda Palestina Bangkit Melawan!

Reza Gunadha

Senin, 30 Juli 2018 | 16:16 WIB
Ahed Tamimi Bebas: Kaum Muda Palestina Bangkit Melawan!
Ahed Tamimi

Suara.com - Ahed Tamimi, gadis remaja yang menjadi ikon perlawanan Palestina terhadap Israel, akhirnya dibebaskan dari penjara rezim zionis.

Ia sebelumnya divonis 8 bulan penjara karena menampar dan memukul tentara Israel. Vonis itu memicu kemarahan dunia internasional.

Tamimi menangis ketika teman-teman dan warga desanya, Nabi Saleh, menyambut kedatangan dirinya, Minggu (29/7/2018).

Ahed dibebaskan bersama sang ibu, Nariman, yang juga dijatuhi vonis 8 bulan penjara oleh rezim Israel.

“Saya berterima kasih terhadap semuanya. Rakyat Palestina, rekan-rekan aktivis, dan para jurnalis yang mendukung perjuangan ini. Aku sangat senang bisa kembali dalam pelukan keluarga dan kalian,” kata Ahed, seperti diberitakan Al Jazeera.

Namun, Ahed mengakui kebahagiaannya belum lengkap karena saudara perempuannya belum dibebaskan Israel.

Gadis Berusia 17 tahun itu juga menyerukan kepada semua perempuan tahanan politik Israel agar tetap bersatu dan tabah.

”Kaum perempuan sama seperti laki-laki, begitu pula di Palestina. Kita semua memunyai hak yang sama untuk pembebasan Palestina,” tukasnya.

Seusai bebas dari penjara, Ahed mengakui bakal menempuh studi ilmu hukum, agar nantinya bisa ikut berjuang dalam jalur pengadilan di Israel demi membebaskan seluruh tahanan politik Palestina.

baca juga

Tak hanya itu, ia juga menyerukan kepada setiap gadis dan perempuan untuk mengikuti langkah dirinya dan juga perempuan aktivis lain.

”Akhirnya saya ingin katakan, perubahan hanya akan terjadi atas kehendak dan kekuatan rakyat. Manusia adalah penentu nasibnya sendiri, dan perempuan adalah bagian penting di dalamnya. Tinggalkan budaya lama, perempuan Palestina harus bangkit melawan,” tandasnya.

Sementara sang ibu, Nariman Tamimi, menegaskan mendukung semua keputusan Ahed setelah dibebaskan  dari penjara.

”Sebagai orang tua, saya ingin mengatakan, kita semua tak perlu takut pada anak-anak kita. Mereka harus didukung, apa pun pilihan mereka. Takut bukanlah jalan keluar. Anak-anak kita bisa dibunuh di mana saja, di rumah kita, di jalan-jalan. Jadi, mendukung anak-anak kita berlawan adalah bentuk perlawanan kita  sebagai orang tua,” tegasnya.

Tamimi dan ibunya ditangkap oleh pasukan Israel pada bulan Desember 2017, setelah video Ahed menampar seorang tentara zionis viral.

Saat itu, Ahed melakukan perlawanan karena tentara Israel itu menembak sepupunya, Mohammed (15), tepat di wajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dilempari Batu dan Petasan, Tentara Israel Serbu Masjid Al Aqsha

Dilempari Batu dan Petasan, Tentara Israel Serbu Masjid Al Aqsha

News | Sabtu, 28 Juli 2018 | 08:33 WIB

Baru 4 Hari Tenang, Tank Israel Bunuh 2 Gerilyawan Hamas

Baru 4 Hari Tenang, Tank Israel Bunuh 2 Gerilyawan Hamas

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 05:06 WIB

Israel Sahkan UU Kontroversial yang Dinilai Apartheid

Israel Sahkan UU Kontroversial yang Dinilai Apartheid

News | Jum'at, 20 Juli 2018 | 06:17 WIB

UU Kontroversial Disahkan, Israel Jadi Negara Khusus Kaum Yahudi

UU Kontroversial Disahkan, Israel Jadi Negara Khusus Kaum Yahudi

News | Kamis, 19 Juli 2018 | 20:59 WIB

Maradona: Dalam Lubuk Hatiku, Aku adalah Rakyat Palestina

Maradona: Dalam Lubuk Hatiku, Aku adalah Rakyat Palestina

News | Senin, 16 Juli 2018 | 20:14 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×