Diperiksa KPK, Adik Inneke Koesherawati: Saya Nggak Bisa Ngomong

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen
Diperiksa KPK, Adik Inneke Koesherawati: Saya Nggak Bisa Ngomong
Inneke Koesherawati meninggalkan ruangan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7/2018). [Antara Foto/Rivan Awal Lingga].

Terkait kasus ini, Wahid Husein sudah mengaku bersalah karena salah menglola Lapas.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Ike Rahmawati, adim dari Inneke Koesherawati dalam kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas atau perizinan di Lapas Sukamiskin. Usai diperiksa sebagai saksi untuk mantan Kepala Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Sukamiskin Wahid Husein, Ike mengaku tak mau bicara soal materi pemeriksaanya.

"Saya nggak bisa ngomong," kata Ike usai diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Namun, karena didesak terus, dia pun mau bicara. Menurutnya pemeriksaan pada hari ini sebagai saksi, namun bukan untuk tersangka Fahmi Dharmawansyah yang merupakan suami dari kakaknya.

"Untuk konfirmasi aja si sebenernya untuk saksi aja ko. Cuma ditanya sedikit aja ko, bukan untuk masalah Pak Fahmi," katanya.

Terkait kasus ini, Wahid Husein sudah mengaku bersalah karena salah menglola Lapas.

"Saya mengaku bahwa saya salah dalam mengelola Lapas ini. Kali ini saya mohon maaf kepada pimpinan dan masyarakat atas segala kesalahan, dan saya terima (atas penetapan tersangka ini)," kata Wahid Husein usai mengurus perpanjangan masa penahannya di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Wahid Husein, KPK juga menetapkan Staf Wahid Hendry Saputra, suami dari Inneke Koesherawati yang juga narapidana kasus korupsi, Fahmi Darmawansyah, dan napi pendamping Fahmi, Andri Rahmat sebagai tersangka.

Fahmi disangka memberikan satu unit mobil kepada Wahid sebagai suap untuk mendapatkan fasilitas kamar dan izin bagi Fahmi sebagai tahanan lapas. Kamar Fahmi diketahui dilengkapi dengan penyejuk udara, televisi, lemari es, dan wastafel.

Penyidik KPK menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 279 juta dan 1.140 dollar AS, serta dua unit mobil, yakni satu unit Mitsubishi Triton Exceed berwarna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakar berwarna hitam.

KPK juga menemukan dokumen pemberian dan penerima mobil beserta dua mobilnya yang diduga diberikan kepada Wahid sebagai imbalan atas pemberian fasilitas sel mewah.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS