Suara Tangis di Bawah Runtuhan Masjid Korban Gempa Lombok

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 08 Agustus 2018 | 20:45 WIB
Suara Tangis di Bawah Runtuhan Masjid Korban Gempa Lombok
Sejumlah kendaraan melintas di dekat runtuhan rumah warga pascagempa, di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana memprediksi masih banyak korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Hal itu lantaran petugas masih mendengar suara tangis di balik runtuhan, salah satunya di Masjid Jamiul Jamaah, Lombok Utara.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masjid yang berada di Desa Bangsal, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara itu berlokasi tak jauh dari kediaman juara dunia U-20 lari 100 meter, Lalu Muhammad Zohri.

"Dekat sekali dengan rumah sprinter Lalu. Di sana masih terdengar suara menangis, itu artinya masih ada yang hidup," kata Sutopo saat ditemui di Gedung BNPB, Jalan Pramuka Kav 38, Jakarta Timur, Rabu (8/8/2018).

Masjid berlantai dua itu roboh sesaat setelah gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok. Terlebih, saat gempa terjadi sedang ada kegiatan pengajian yang dihadiri oleh ratusan orang di masjid itu.

Meski masih terdengar suara orang menangis dan lirih, di sekitar lokasi juga mulai tercium bau jenazah. Tim SAR yang melakukan evakuasi pun harus berhati-hati agar runtuhan tidak melukai korban selamat yang masih terjebak dalam runtuhan.

"Kabarnya ada ratusan orang yang terjebak di masjid, tapi sampai hari ini tim lapangan belum menemukan satu pun korban selamat atau meninggal dari lokasi," ungkap Sutopo.

Hingga kini, tim gabungan masih terus melanjutkan proses evakuasi masjid. Dinding beton dan kubah besar yang menimpa reruntuhan menjadi kendala dalam melakukan evakuasi.

Untuk diketahui, gempa hebat yang terpusat di Lombok Utara terjadi pada Minggu (5/8/2018). Memasuki hari ketiga paska-gempa, tercatat ada 131 orang tewas dan 1.477 orang mengalami luka berat. Adapun lokasi terparah dengan jumlah korban tewas tertinggi ada di Lombok Utara sebanyak 78 orang.

baca juga

Dari total 131 orang meninggal, sebanyak 78 korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara, 24 korban dari Kabupaten Lombok Barat, 19 korban dari Kabupaten Lombok Timur, 6 korban dari Kota Mataram, 2 korban dari Kabupaten Lombok Tengah, dan 2 korban dari Kota Denpasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keliru Pahami Konteks, Facebook Minta Maaf soal Gempa Lombok

Keliru Pahami Konteks, Facebook Minta Maaf soal Gempa Lombok

Tekno | Rabu, 08 Agustus 2018 | 20:29 WIB

Yohana Yambise: Bantuan Gempa Lombok Fokus ke Perempuan dan Anak

Yohana Yambise: Bantuan Gempa Lombok Fokus ke Perempuan dan Anak

Health | Rabu, 08 Agustus 2018 | 20:00 WIB

Gempa Lombok Hilangkan Rp 1,4 Triliun Devisa Pariwisata Indonesia

Gempa Lombok Hilangkan Rp 1,4 Triliun Devisa Pariwisata Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Agustus 2018 | 18:42 WIB

Gempa Lombok, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup

Gempa Lombok, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 18:18 WIB

Masa Tanggap Darurat NTB Habis 11 Agustus, Akan Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat NTB Habis 11 Agustus, Akan Diperpanjang

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 18:01 WIB

Terkini

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

×