Korea Utara Kecam Amerika Serikat, Kemesraan ini Sudah Berlalu

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 10 Agustus 2018 | 10:00 WIB
Korea Utara Kecam Amerika Serikat, Kemesraan ini Sudah Berlalu
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura, Selasa (12/06/2018) [AFP].

Suara.com - Bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menandatangani nota kesepakatan dengan President of The United States (POTUS) Donald Trump di negara tetangga Indonesia memang benar adanya. Bahwa pihak Korea Utara memulangkan peti jasad para tentara Amerika Serikat di Perang Korea, juga terus diusahakan. Namun, jangan sangka kejadian ini bakal manis melulu bila hanya satu pihak diuntungkan.

Korea Utara meradang gara-gara pihak Amerika Serikat terus mendesak dibuatnya sanksi internasional. Lewat kantor berita KCNA, pihak Kim Jong Un mengecam aksi negara adikuasa itu, dan menyatakan perlucutan senjata tak bisa dilakukan bila POTUS masih menerapkan cara lama: yaitu terus melancarkan dukungan sanksi internasional bagi Pyongyang.

"Mestinya, langkah-langkah yang diambil oleh Amerika Serikat didasarkan kepada kesepakatan antara POTUS dengan pemimpin Korea Utara di Singapura, tertanggal 12 Juni 2018," demikian disebutkan juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara.

Sampai saat ini, Korea Utara menandaskan telah menghentikan total uji coba peluru kendali mereka, termasuk membongkar kawasan yang menjadi lokasi pengujian.

Akan tetapi, di saat yang sama, pihak Amerika Serikat yang diwakili Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) malahan memberikan pernyatan bahwa pihaknya tidak mau menunggu Korea Utara terlalu lama. Untuk itu, sanksi internasional mesti terus dijalankan sembari melihat hasil yang ditunjukkan secara nyata oleh Korea Utara.

Kondisi ini disebut kantor berita KCNA sebagai sebuah hasutan dunia internasional  sekaligus tindakan menekan Korea Utara. Padahal, lokasi pengujian nuklir telah ditutup dan pemulangan peti jenazah para tentara Amerika Serikat dalam Perang Korea (1950-1953) juga terus dilangsungkan, begitu isi peringatan keras dari pihak Kim Jong Un.

Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat masih bungkam atas keberatan yang dilancarkan Korea Utara.  Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Kaum Donju, Si Penikmat Gaya Hidup Elit Korea Utara

Kisah Kaum Donju, Si Penikmat Gaya Hidup Elit Korea Utara

Lifestyle | Kamis, 09 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Inilah Limo Canggih Kim Jong Un di KTT Singapura

Inilah Limo Canggih Kim Jong Un di KTT Singapura

Otomotif | Selasa, 12 Juni 2018 | 15:01 WIB

Kata Kunci dari KTT Singapura: Kim Siap Tinggalkan Masa Lalu

Kata Kunci dari KTT Singapura: Kim Siap Tinggalkan Masa Lalu

News | Selasa, 12 Juni 2018 | 13:45 WIB

Apa Komentar Trump dan Jong Un Soal Singapura?

Apa Komentar Trump dan Jong Un Soal Singapura?

News | Selasa, 12 Juni 2018 | 12:05 WIB

Terkini

Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake

Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:53 WIB

Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding

Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:51 WIB

Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat

Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:32 WIB

Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan

Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:22 WIB

Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan

Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:19 WIB

Beda Drastis dari Hari Pertama, Pendukung Roy Suryo Tak Lagi Padati PN Jaksel

Beda Drastis dari Hari Pertama, Pendukung Roy Suryo Tak Lagi Padati PN Jaksel

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:18 WIB

Ambil Alih Lahan di Kedoya, Kuasa Hukum Ahli Waris Bongkar Modus Surat Mencari Tanah

Ambil Alih Lahan di Kedoya, Kuasa Hukum Ahli Waris Bongkar Modus Surat Mencari Tanah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:12 WIB

Dokter Icha Tewas Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Puan Maharani Murka: Usut Tuntas!

Dokter Icha Tewas Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Puan Maharani Murka: Usut Tuntas!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:10 WIB

Anggaran Riset Rp4 Triliun Belum Cukup! DPR Dorong Prabowo Naikkan hingga Rp8 Triliun

Anggaran Riset Rp4 Triliun Belum Cukup! DPR Dorong Prabowo Naikkan hingga Rp8 Triliun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:04 WIB

Hakim Sebut Nadiem Makarim Rugikan Negara Rp1,5 Triliun

Hakim Sebut Nadiem Makarim Rugikan Negara Rp1,5 Triliun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:04 WIB

×