Penjelasan Polisi Soal Motif Teror Bom Molotov di Rumah Kapitra

Bangun Santoso, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:51 WIB
Penjelasan Polisi Soal Motif Teror Bom Molotov di Rumah Kapitra
Suasana rumah Kapitra Ampera di Tebet, Jakarta Selatan usai dilempar bom molotov. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Polisi masih mendalami kasus pelemparan bom molotov di rumah eks pengajara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera. Terkini sebuah tim khusus dibentuk untuk mengungkap motif dan pelaku pelemparan bom molotov tersebut.

Sementara terkait dugaan motif politik dalam kasus pelemparan bom molotov itu, polisi enggan menduga-duga.

"Belum sampai ke situ (dugaan motif politik)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat dihubungi Suara.com, Kamis (16/8/2018).

Menurut Indra, belum ada keterangan terbaru dari Kapitra Ampera terkait kasus teror bom molotov tersebut. Dari keterangan yang diperoleh, Kapitra hanya mengaku kerap diancam oleh penelepon misterius melalui pesan aplikasi WhatsApp.

"Yang terbaru belum ada, baru yang kemarin itu saja baru dugaan-dugaan saja, tekanan (ancaman) lewat WA gitu kan," ujar Indra.

Namun, kata Indra, klaim ancaman yang diterima Kapitra belum bisa disimpulkan berkaitan dengan kasus pelemparan bom molotov.

"Itu masih perlu waktu untuk membuktikan motif. Kalau sudah ketahuan pelakunya baru bisa kita tahu motifnya apa," ujarnya lagi.

Indra juga belum bisa menerangkan isi ancaman yang diterima Kapitra, karena nomor-nomor telepon pengirim pesan tak tersimpan di dalam kontak telepon seluler milik Kapitra.

"Kalau itu yang jelas nomor itu kan tidak bernama yang sudah terdaftar di HP (handphone) beliau (Kapitra). Sehingga itu masih dugaan-dugaan," ungkapnya.

baca juga

Sebelumnya, rumah Kapitra di Jalan Tebet Timur Dalam VIII, Nomor 16, RT 2, RW 9, Tebet, Jakarta Selatan menjadi sasaran teror bom molotov, Senin (6/8/2018) malam. Aksi pelemparan bom molotov itu terjadi ketika Kapitra tak berada di rumah karena sedang melaksanakan salat Isya di Masjid Al Ittihad. Namun, aksi pelemparan bom molotov itu diketahui Y (30), asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Kapitra.

Sejauh ini, pelaku dan motif dalam kasus tersebut belum terungkap. Muncul dugaan, teror bom molotov ini berhubungan setelah Kapitra Ampera resmi menjadi Baceleg dari PDIP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selidiki Pelemparan Bom Molotov Kapitra, Polisi Bentuk Tim Khusus

Selidiki Pelemparan Bom Molotov Kapitra, Polisi Bentuk Tim Khusus

News | Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:19 WIB

Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin Diumumkan Usai HUT RI

Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin Diumumkan Usai HUT RI

News | Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:47 WIB

Sandiaga Disebut Beri Mahar Politik Rp 1 T, PDIP: Murah Banget

Sandiaga Disebut Beri Mahar Politik Rp 1 T, PDIP: Murah Banget

News | Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:59 WIB

Ma'ruf Amin: Demi Allah Saya Usul Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi

Ma'ruf Amin: Demi Allah Saya Usul Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi

News | Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:15 WIB

PDIP: Pernyataan Mahfud MD soal Cawapres Jokowi Manusiawi

PDIP: Pernyataan Mahfud MD soal Cawapres Jokowi Manusiawi

News | Rabu, 15 Agustus 2018 | 16:33 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×