Idrus Marham Mundur dari Mensos Ingin Fokus Hadapi Masalah Hukum

Iwan Supriyatna, Nikolaus Tolen

Sabtu, 25 Agustus 2018 | 12:20 WIB
Idrus Marham Mundur dari Mensos Ingin Fokus Hadapi Masalah Hukum
Idrus Marham mundur dari Menteri Sosial (Suara.com/Muhaimin Untung)

Suara.com - Idrus Marham mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial (Mensos). Adapun alasan mundurnya Idrus Marham, karena dirinya ingin fokus menghadapi masalah hukum yang menjeratnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut diungkapkan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Sirajuddin Abdul Wahab.

"Lebih pada pertama, menghadapi persoalan hukum. Walau kita tidak tahu persoalan hukumnya akan seperti apa," kata Sirajuddin dalam diskusi bertajuk 'Dinamika Golkar pasca Pergantian Mensos' di Warung Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8/2018).

Kata dia, alasan kedua yang mendasari Idrus Marham segera mundur dari jabatannya adalah karena ingin penanganan masalah gempa Lombok berjalan dengan lancar. Pasalnya, Mensos adalah posisi penting dalam penanganan korban gempa.

"Kemudian menyangkut orang banyak, gempa Lombok yang sampai sekarang belum berhenti. Dan ini kan menjadi satu tupoksi Kementerian Sosial. Jadi sikap Bang Idrus Marham kita apresiasi. Presiden juga cepat mengambil. Harus segera, karena ini menyangkut kemanusiaan," katanya.

Selain itu, dia menyebut di Golkar juga ada pakta integritas yang meminta kader untuk segera mengundurkan diri dari pengurus jika terlibat proses hukum. Pakta integritas itu juga membuat Idrus Marham segera mengundurkan diri dari Golkar.

"Kita semua disuruh isi pakta integritas, setiap kader yang menghadapi persoalan hukum untuk mengundurkan diri. Ada pakta integritas tersebut," ucapnya.

Untuk diketahui, Idrus Marham diduga turut berperan serta dan membantu Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam meloloskan Blackgold Natural Recourses Limited menjadi salah satu konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-1.

Eni Saragih telah diduga menerima suap sebesar Rp 4,8 miliar secara bertahap dari bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

Idrus Marham diduga dijanjikan untuk mendapatkan bagian yang sama seperti jatah Eni Saragih sebesar 1,5 juta dolar AS dari Johannes Kotjo. Uang itu akan diberikan bila Idrus Marham berhasil membantu Kotjo mendapat PPA dalam proyek PLTU Riau-1.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Idrus Marham Bukan Penyelenggara Negara, Ini Penjelasan KPK

Idrus Marham Bukan Penyelenggara Negara, Ini Penjelasan KPK

News | Sabtu, 25 Agustus 2018 | 02:15 WIB

KPK Akan Telusuri Aliran Uang dari Proyek PLTU Riau 1 ke Golkar

KPK Akan Telusuri Aliran Uang dari Proyek PLTU Riau 1 ke Golkar

News | Jum'at, 24 Agustus 2018 | 21:38 WIB

Jumat Keramat, Idrus Marham Resmi Jadi Tersangka KPK

Jumat Keramat, Idrus Marham Resmi Jadi Tersangka KPK

News | Jum'at, 24 Agustus 2018 | 20:55 WIB

Terkini

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:55 WIB

Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako

Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:45 WIB

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:04 WIB

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:48 WIB

Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap

Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:30 WIB

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:12 WIB

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:17 WIB

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:08 WIB

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:07 WIB

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:57 WIB