Massa Perempuan Protes Emak-emak Dimanfaatkan Jadi Objek Politik

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir
Massa Perempuan Protes Emak-emak Dimanfaatkan Jadi Objek Politik
Demonstrasi protes perempuan dijadikan objek politik. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Istilah emak-emak jelang Pilpres 2019 ini digaungkan oleh pasangan presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Suara.com - Perempuan Milenial Indonesia (PERMISI) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ), Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka menolak emak-emak atau perempuan dijadikan objek politik .

Dari pantauan Suara.com, puluhan demonstran sudah kumpul di depan Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, sejak pukul 10.45 WIB. Mereka tampak mengenakan kerudung merah dan membawa berbagai atribut.

"Sebagai perempuan milenial kami tidak ingin emak-emak digiring dengan isu yang dangkal dan tidak memperhitungkan tugas mulia seorang emak-emak," ucap orator di atas mobil komando, di depan Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Selian itu dia juga mengatakan, tidak akan membiarkan pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan perempuan sebagai bahan kampanye.

"Kami tidak akan membiarkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik memanfaatkan emak-emak sebagai bahan kampanye," ujarnya.

Istilah emak-emak jelang Pilpres 2019 ini digaungkan oleh pasangan presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Terutama Sandiaga, bahkan dia menyebut istilah 'partai emak-emak' saat daftar ke KPU bersama Prabowo.

Untuk diketahui, hingga kekinian aksi demonstrasi masih berlangsung. Sejumlah, aparat kepolisian juga tampak berjaga.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS