Bareskrim Bekuk Jaringan Perdagangan Perempuan ke Malaysia

Dwi Bowo Raharjo | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Kamis, 13 September 2018 | 16:20 WIB
Bareskrim Bekuk Jaringan Perdagangan Perempuan ke Malaysia
Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) perempuan dibawah umur ES (16) dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Malaysia. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) perempuan dibawah umur dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Malaysia. ES (16) gadis asal Kampung Kadupugur, Desa Wangunreja, Sukabumi, Jawa Barat menjadi korban perdagangan manusia.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Kombes Panca Putra mengatakan petugas Direktorat Tipidum Bareskrim Polri sudah berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial YL,  karena diduga terlibat dalam kasus perdagangan orang. Selain YL, beberapa pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, yakni AS, I, JS, dan IM juga diamankan.

“Kami dari kepolisian bekerja sama dengan Kemenlu dan imigrasi. Kami lakukan pelacakan sumber titik luar ke luar negeri. Kami berhasil mengungkap dan juga menangkap pelaku yang mendagangkan anak dibawah umur ini," kata Panca di Kantor Bareskrim Polri, Gedung Mina Bahari II, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Panca mengatakan modus yang dilakukan YL dan sindikatnya menawarkan pekerjaan melalui jejaring Facebook. Tergiur dengan tawaran pekerjaan tersebut, ES malah menjadi korban kejahatan perdagangan orang dan dijual ke Malaysia.

"Setelah korban tertarik iklan pekerjaan yang diposting YL di akun facebooknya, sindikat ini menjemput korban ke Terminal Bis Kampung Rambutan. Selanjutnya seluruh dokumen dipalsukan agar korban bisa dikirim ke Malaysia," jelasnya.

Panca menjelaskan keberangkatan ES ke Malayasia melalui Bengkalis, Riau lalu diseberangkan ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Kombes Panca Putra
Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) perempuan dibawah umur ES (16) dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Malaysia. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Dalam kasus ini polisi Indonesia kerja sama dengan Kemenlu dan KBRI untuk memulangkan korban. Setelah tiba di tanah air, korban dipertemukan dengan keluarganya.

"Atas hal tersebut, Polri dibantu Kemenlu dan KBRI bekerja sama agar korban dapat dipulangkan. Insya Allah korban ada di tengah-tengah kita setelah dibantu rekan-rekan KBRI di kuala Lumpur," tuturnya.

Polisi juga menyita barang bukti seperti 10 unit handpone, satu unit Laptop, satu unit Printer, satu unit CPU, tiga buku tabungan berikut dengan ATM, enam blanko surat izin orang tua, dan tujuh blanko kosong akta kelahiran, KTP, dan KK.

YL dan sindikatnya dijerat dengan Pasal 4 Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nursaka, Bocah Lintasi 2 Negara Demi Sekolah Dapat Sepeda Jokowi

Nursaka, Bocah Lintasi 2 Negara Demi Sekolah Dapat Sepeda Jokowi

News | Kamis, 13 September 2018 | 13:19 WIB

2 TKI Diduga Diculik Kelompok Abu Sayyaf di Perairan Malaysia

2 TKI Diduga Diculik Kelompok Abu Sayyaf di Perairan Malaysia

News | Kamis, 13 September 2018 | 08:00 WIB

Ketua PKS Mardani Ali Sera Dilaporkan ke Bareskrim Diduga Makar

Ketua PKS Mardani Ali Sera Dilaporkan ke Bareskrim Diduga Makar

News | Rabu, 12 September 2018 | 15:27 WIB

Lintasi 2 Negara Demi Sekolah, Nursaka: Minta Sepeda Pak Jokowi

Lintasi 2 Negara Demi Sekolah, Nursaka: Minta Sepeda Pak Jokowi

News | Selasa, 11 September 2018 | 20:20 WIB

Terkini

Kecil Korban Bullying Besar Jadi Pembunuh Hamas, Ini Tampang Direktur Mossad Baru Roman Gofman

Kecil Korban Bullying Besar Jadi Pembunuh Hamas, Ini Tampang Direktur Mossad Baru Roman Gofman

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:33 WIB

Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI

Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:27 WIB

Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI

Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:26 WIB

Ribuan Warga Menonton Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, KDM: Berdampak Positif bagi Ekonomi

Ribuan Warga Menonton Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, KDM: Berdampak Positif bagi Ekonomi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:17 WIB

Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan

Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:51 WIB

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:43 WIB

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:28 WIB

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:11 WIB

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB