Dihina Cuma Punya Rp 100 Ribu Ingin Bersetubuh, Bocah Bunuh PSK

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 18 September 2018 | 20:13 WIB
Dihina Cuma Punya Rp 100 Ribu Ingin Bersetubuh, Bocah Bunuh PSK
Korban pembunuhan, Ayu Sinar Agustin alias Ninin. [rekan korban/Semarangpos]

Suara.com - Hidup Ayu Sinar Agustin, gadis berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai pemandu karaoke di kompleks prostitusi Sunan Kuning, Semarang, Jawa Tengah, berakhir tragis. Ia ditemukan tewas di atas ranjang kamar, tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh alias telanjang bulat.

Ayu ditemukan tewas pada hari Kamis (13/9) pekan lalu. Kematiannya menyisakan banyak misteri bagi yang mengenalnya.

Sebab, sehari-hari, perempuan asal Patebon, Kabupaten Kendal, Jateng itu dikenal pendiam, sopan, dan berparas cantik.

Ninin, begitu ia biasa disapa, ditemukan tewas di kamar tidur, wisma karaoke tempat dia bekerja, Mr Classic, Kampung Argorejo Gang 3 RT3/RW4, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kamis siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Ia ditemukan pekerja kebersihan di wisma itu, Nur, dalam kondisi tertelentang, tanpa busana, dan hanya tertutup selimut.

Selain tewas dalam kondisi tanpa busana, di sekeliling korban juga tercium bau bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Salah seorang pemilik wisma karaoke di Sunan Kuning, Sumi, mengaku terkejut setelah mendengar kematian Ninin yang secara mengenaskan. Padahal, selama ini korban dikenal cukup baik dan sopan.

“Saya sering ketemu anaknya [korban] kalau pagi. Kalau ketemu anaknya juga menyapa. Anaknya cantik dan gemati [sopan], pendiam,” tutur perempuan paroh baya asal Wonogiri itu saat berbincang dengan Semarangpos.com—jaringan Suara.com, Selasa (18/9/2018).

Senada juga diungkapkan koordinator keamanan kompleks Sunan Kuning, Ari Istiadi. Pria yang juga menjadi ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lentera Asa itu mengakui sempat bertemu Ninin sepekan yang lalu, sebelum kejadian.

“Saat ketemu dia tidak tampak ada masalah. Dia juga sopan. Memang beberapa pekan terakhir dia tidak hadir dalam pelatihan keterampilan yang digelar di  Balai RW 004,” ujar Ari.

Ari menambahkan, korban sudah bertahun-tahun bekerja di kompleks hiburan malam Sunan Kuning. Korban meninggalkan seorang anak perempuan yang masih kecil, yang tinggal di luar kompleks Sunan Kuning.

“Anaknya tidak tinggal di sini. Kayaknya tinggal di sekitar wilayah Kaligawe,” imbuh Ari.

Pelaku Berusia 16 Tahun

Polisi meringkus pelaku pembunuhan Ninin  pada Sabtu (15/9) akhir pekan lalu. Kapolsek Semarang Barat Komisaris Donny Eko Listianto mengatakan, pelaku berinisial D, warga Babangkerep, Ngaliyan, Kota Semarang.

”Pelaku masih berusia 16 tahun,” kata Donny.

Ia menuturkan, D mengakui merencanakan pembunuhan Ninin. Motifnya, D kesal karena Ninin yang merupakan gadis pemandu lagi di Karaoke Mr Classic.

Tersangka (bertutup helm) memperagakan adegan pembunuhan pemandu karaoke di kompleks Sunan Kuning, Kota Semarang, Selasa (18/9 - 2018). [Semarangpos.com/Imam Yuda S]
Tersangka (bertutup helm) memperagakan adegan pembunuhan pemandu karaoke di kompleks Sunan Kuning, Kota Semarang, Selasa (18/9 - 2018). [Semarangpos.com/Imam Yuda S]

"Pelaku ini sebelumnya pernah menggunakan jasa korban, namun tidak puas. Kemudian merencanakan pembunuhan ini," katanya.

Ia menjelaskan, pembunuhan ini dimulai saat pelaku sengaja memesan jasa korban pada Rabu (12/9/2018) malam.

Korban sendiri diketahui tidak bersedia memenuhi permintaan pelaku untuk berhubungan badan, karena tidak memiliki uang sesuai tarif yang ditentukan.

"Pelaku ini cuma bawa uang Rp 100 ribu, padahal yang harus dibayar Rp 200 ribu. Jadi dia mengklaim ada kata-kata kasar dari korban," katanya.

Karena kesal, pelaku kemudian mencekik dan membekap korban hingga kehabisan nafas. D mengakui bukan kali pertama ini menggunakan jasa korban.

Pada Agustus lalu, pelaku juga sempat menggunakan jasa korban dan mengaku tidak puas.

Saat aksinya ini, pelaku juga sengaja membawa sebotol oli bekas yang dibawanya dari rumah yang kemudian dituang ke tubuh korban usai dibunuh.

Sebelum kabur, pelaku juga sempat membawa telepon seluler milik korban.

Pelaku sendiri bersembunyi di rumahnya seusai melakukan aksinya sambil memantau kondisi lewat media sosial.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian.

Rekonstruksi

Tersangka D akhirnya dibawa polisi untuk melakukan rekonstruksi, Selasa siang. Remaja berusia 16 tahun itu memerankan 29 adegan ketika menghabisi nyawa korban, Ninin.

Rekonstruksi pembunuhan PK Sunan Kuning itu berlangsung selama lebih dari dua jam. Rekonstruksi dimulai dari saat tersangka datang ke Wisma Mr Classic dengan menggunakan sepeda motor.

Ia kemudian menemui korban yang tengah duduk di depan wisma. Tersangka dan korban kemudian melakukan transaksi hingga masuk ke dalam wisma.

Warga bergerombol di depan Wisma Mr. Classic, lokasi tempat pembunuhan pemandu karaoke di kawasan prostitusi Sunan Kuning, Semarang, Jateng, Kamis (13/9 - 2018). [Semarangposcom/Imam Yuda]
Warga bergerombol di depan Wisma Mr. Classic, lokasi tempat pembunuhan pemandu karaoke di kawasan prostitusi Sunan Kuning, Semarang, Jateng, Kamis (13/9 - 2018). [Semarangposcom/Imam Yuda]

Kapolsek Semarang Barat Komisaris Donny Listianto menyebutkan, tak ada fakta baru yang ditemukan dalam rekonstruksi itu. Pelaku memperagakan adegan dalam rekonstruksi sesuai dengan hasil pemeriksaan di Mapolsek Semarang Barat.

“Tersangka tadi memperagakan 29 adegan selama rekonstruksi, termasuk saat mencekik dan korban berteriak minta tolong. Adegan mencekik dan korban minta tolong itu ada pada adegan ke-10 dan 11,” ujar Donny.

Sementara itu, adegan saat pelaku menyiram tubuh korban dengan oli bekas terjadi pada adegan ke-18. Donny menyebut alasan pelaku menyiram korban dengan minyak pelumas bukan karena untuk menutupi jejak.

“Motifnya [menyiram dengan oli] lebih karena sakit hati,” tutur Donny.

Berita ini kali pertama diterbitkan Semarangpos.com dengan judul "Pembunuh PK Sunan Kuning Jalani Rekonstruksi, Perankan 29 Adegan"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelayanan Tak Memuaskan, Bocah 16 Tahun Bunuh PSK Sunan Kuning

Pelayanan Tak Memuaskan, Bocah 16 Tahun Bunuh PSK Sunan Kuning

News | Selasa, 18 September 2018 | 17:29 WIB

Harta Karun Kerajaan Tiongkok Kuno Ditemukan di Sawah Sugiyono

Harta Karun Kerajaan Tiongkok Kuno Ditemukan di Sawah Sugiyono

News | Selasa, 18 September 2018 | 16:28 WIB

Gadis Karaoke Sunan Kuning Ditemukan Tewas Tanpa Busana

Gadis Karaoke Sunan Kuning Ditemukan Tewas Tanpa Busana

News | Selasa, 18 September 2018 | 16:13 WIB

Ojek Online Ditolak Datang ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Ojek Online Ditolak Datang ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah

News | Selasa, 18 September 2018 | 06:08 WIB

Intip Tetangga Lagi Intim di Kasur, Sukirno Malah Jatuh ke Jurang

Intip Tetangga Lagi Intim di Kasur, Sukirno Malah Jatuh ke Jurang

News | Minggu, 16 September 2018 | 18:36 WIB

Terkini

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:26 WIB

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB