Di Tahun Politik, Masyarakat Diimbau Bersatu untuk Gempa Palu

Pebriansyah Ariefana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 01 Oktober 2018 | 18:47 WIB
Di Tahun Politik, Masyarakat Diimbau Bersatu untuk Gempa Palu
Warga mencari korban gempa dan tsunami yang tewas di RS Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Suara.com - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin berpendapat masyarakat Indonesia harus bersatu dengan adanya tragedi gempa bumi yang mengguncang wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat, (28/9/2018). Dirinya mengatakan bencana alam yang terjadi harus menjadi titik balik bagi masyarakat untuk saling bahu membahu dan membantu.

Saat ini isu pemilihan presiden seharusnya tidak lebih besar dari pada isu kemanusiaan yang sedang terjadi.

"Hari ini tahun ini ada agenda politik pemilihan presiden. Banyak sekali yang memecah antara masyarakat kita. Satu-satunya yang dapat menyatukan bangsa adalah bencana ini, karena hal lain seperti agama, ekonomi, apalagi politik tidak pernah akur," kata Ahyudin di Menara 165, Jalan TB Simatupang Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2018).

Selain itu, Ahyudin menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi membantu korban yang terdampak gempa. Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mengatasi diperlukan pemahaman teritorial, sebagai upaya pemerataan pemberian bantuan

"Partisipasi seluruh negeri dan berpikir bahwa bencana sebagai salah satu cara langit menyatukan bangsa. Teori kita dalam memberikan bantuan pertama penguasaan di teritorial, penguasaan teritorial menjadi langkah awal untuk pemerataan bantuan dengan begitu diperlukan banyak relawan dalam menjangkau seluruh wilayah dampak bencana," jelasnya.

Ahyudin menjelaskan, ada lima ribu relawan dikerahkan untuk mengatasi bencana yang tersebar di setiap desa terdampak. Selain itu, untuk memberikan bantuan, ketersediaan bantuan diperlukan sebagai upaya mengatasi keterkurangan dalam.

Ahyudin menjelaskan ACT telah menyediakan 5 gudang besar untuk disalurkan kepada seluruh warga terkena dampak.

"Tunjukkan kepedulian pada sesama yang sedang diuji dengan bencana. Pemerintah dengan amanahnya, bergerak serius dan secepatnya membantu, memulihkan yang rusak, menolong yang sakit dan lapar," tutur Ahyudin.

Sementara itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mendirikan media center dan information center di sejumlah lokasi strategis dari lokasi gempa. Hal tersebur guna menyuplai informasi yang valid dari lokasi gempa dan tsunami di Palu dan Doggala, Sulawesi Tengah.

baca juga

Vice President of Communication ACT, Iqbal Setyarso mengatakan ACT akan menjadi sumber informasi akurat soal gempa. Dirinya menjelaskan nantinya seluruh data terbaru yang ada di lapangan akan didistribusikan secara berkala di media center untuk awak media, sedangkan information center untuk publik.

"Sementara information center akan diinisiasi di Bandara Makasar, Bandara Surabaya, Bandara Gorontalo, dan di sejumlah lokasi strategis atau bandara lain yang menghubungkan publik dengan Palu. Termasuk di Jakarta," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan nantinya media center dapat menjadi penyambung informasi dari internal ACT kepada awak media. Dirinya menjelaskan nantinya informasi seperti aktivitas para relawan dan jejak informasi visual dapat disalurkan.

"Media center ini ada video dan dokumentasi visual yang kita siapkan. Kita bisa berbagi di tempat komunikasi baik itu informasi tercetak maupun bukti seperti foto dan video," jelasnya.

Iqbal menambahkan media center yang akan didirikan juga akan menjadi sarana untuk menangkal berita bohong alias hoax yang terjadi pasca gempa. Tentunya hal tersebut hanya membuat panik para korban yang berada disana.

"Pembuat informasi yang salah ini sepertinya menginkan suasana yang tidak tentram sehingga sebaran informasi yang hanya membuat panik, menyebabkan instabilitas. Termasuk masyarakat yang tidak terinspirasi untuk begolak, jadi merasa harus melakuan penjarahan, saya kira ini bukan orang baik-baik lah. Ada orang yang sengaja menciptakan itu," tutur Iqbal.

Dengan adanya media center, Iqbal berharap dapat membantu tugas awak media untuk memberikan informasi yang akurat. Dirinya juga menghimbau segenap pihak untuk melakuakn pengecekan terhadap kebenaran informasi yang didapatnya..

"Dihimbau siapapun pihak yang mendapatkan informasi yang meragukan, bisa konfirmasi ke kami maupun ke pekerja kemabusiaan lainnya," tandas Iqbal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

8 WNA Masih Hilang Usai Gempa dan Tsunami Palu - Donggala

8 WNA Masih Hilang Usai Gempa dan Tsunami Palu - Donggala

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 18:06 WIB

Update Gempa Palu: Perumahan Balaroa Ambles, Korban Ratusan Orang

Update Gempa Palu: Perumahan Balaroa Ambles, Korban Ratusan Orang

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 17:59 WIB

BNPB Fokus Cari 90 Orang yang Hilang saat Gempa dan Tsunami

BNPB Fokus Cari 90 Orang yang Hilang saat Gempa dan Tsunami

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 17:50 WIB

Ribuan Orang di Bandara Palu, Panglima TNI: Minta Dievakuasi

Ribuan Orang di Bandara Palu, Panglima TNI: Minta Dievakuasi

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 17:44 WIB

Berita Terkini Gempa Palu: Agung, Kenapa Kau Hanya Diam Nak...

Berita Terkini Gempa Palu: Agung, Kenapa Kau Hanya Diam Nak...

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 17:30 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×