Suara.com - Lima Hari di Penjara, Ratna Sarumpaet Sering Sakit Perut
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab menjelaskan, Ratna Sarumpaet sampai hari kelima penahanan atas kasus penyebaran hoaks, mengakui sering sakit perut.
Umae menuturkan, tim dokter kerap memberikan obat kepada Ratna Sarumpaet kalau mengeluhkan sakit perut.
"Ya obat (diberikan dokter) kalau dia (Ratna) sakit perut," kata Umar di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018).
Namun, Umar tak menjelaskan secara rinci penyebab sakit perut yang kerap dialami Ratna Sarumpaet. Dia hanya menyampaikan, tim Bidokkes Polda rutin mengecek kondisi kesehatan para tersangka yang ditahan.
"Semua kami periksa. Tiap ada keluhan, atau tiga hari dalam seminggu kami kunjungan ke Rutan Polda. Semua kami perlakukan sama," kata dia.
Meski sering sakit perut, Umar memastikan kondisi kesehatan Ratna selama ditahan baik-baik saja. "Tadi (Ratna) apa jawabnya? Ya sehat kan," ujarnya.
Selain dicek kesehatan, polisi juga memeriksa kejiwaan Ratna. Alasan tes kejiwaan itu untuk kepentingan penyidikan terkait kasus hoaks yang kini menyeret Ratna sebagai tersangka.
Sebelumnya, polisi resmi menahan Ratna setelah menyandang status tersangka dalam kasus penyebaran hoaks di media sosial. Penahanan itu dilakukan setelah Ratna diringkus di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada Kamis (4/10) malam.
Dalam kasus ini, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna Sarumpaet terancam hukuman pidana 10 tahun penjara.