Suara.com - Publik tengah dihebohkan peredaran hasil bidik layar percakapan via ponsel berisi percakapan orang tua murid mengenai guru agama di sekolah yang diduga menyebar doktrin anti-Jokowi ke siswa-siswinya.
Sedikitnya ada 4 foto berisi potongan percakapan yang berisi curhatan orang tua murid, yang belum diketahui identitasnya itu.
Dalam curhatannya, ia mengakui sudah melaporkan hal itu ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta namun tidak mendapatkan tanggapan.
"Saya prihatin dengan SMA di Jaksel saat ini. Guru agamanya mendoktrin anak-anaknya dengan memfitnah Jokowi. Saya sudah berusaha lapor ke dinas tapi teleponnya tidak ada yang diangkat," tulis keluhan orang tua itu di media sosial.
Ia menjelaskan, setiap Jumat, guru itu selalu mendoktrin anak-anaknya untuk tidak memilih Jokowi dan membenci Ahok. Ia meminta agar kasus ini disebar sehingga bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah.
"Kualitas guru saat ini sangat menyedihkan, tolong diangkat ke umum supaya ada tindak lanjutnya. Terima kasih," ungkapnya.
Berikut merupakan isi curhatan penuh orang tua murid yang bersekolah di SMA tersebut:
Selamat Siang
Saya prihatin dengan SMA di Jaksel saat ini. Guru agamanya mendoktrin anak-anaknya dengan memfitnah Jokowi. Saya sudah berusaha lapor ke Dinas tapi telponnya tidak ada yang diangkat. Anak saya sekolah di dua SMA di Jaksel.
Dan guru agama mereka setiap Jumat mendoktrin anak-anaknya untuk tidak memilih Jokowi dan membenci Ahok. Kualitas guru saat ini sangat menyedihkan, tolong diangkat ke umum supaya ada tindak lanjutnya. Terima kasih.
Bu, saya sudah berusaha kasih info ke kepala sekolah SMA anak saya. Tiga kali SMS dicuekin. Kemarin pelajaran agama, anak saya dikumpulkan di masjid. Disuruh tutup mata. Dikasih video tentang korban Palu yang jenazahnya bergelimpangan di depan rumah sakit. Kemudian guru itu bertanya kepada murid-muridnya, 'ini salah siapa? Salah pemerintah, salah Jokowi. Mau pilih dia untuk jadi presiden ke depan? Saya bukan menggiring kalian pilih yang lain, tapi siapa yang mau pemerintahan kita dipimpin oleh orang yang tidak islami.
Anak saya bersekolah di SMAN XX Jakarta. Kepala sekolah Ibu Pxxxx Pxxxxx. Guru agama yang mendoktrin anak muridnya untuk membenci Jokowi yaitu Ibu N.
Tolong bu, apapun yang terjadi jangan kasih tahu IG saya. Jangan screenshoot IG saya, diketik ulang boleh.