Saat Pemilu Ketua OSIS, Mereka Tak Memilihku karena Tidak Seiman

Reza Gunadha

Kamis, 01 November 2018 | 18:20 WIB
Saat Pemilu Ketua OSIS, Mereka Tak Memilihku karena Tidak Seiman
[Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]

Suara.com - Akulah aku. Mataku tidak lebar atau bulat, kulitku putih. Orang-orang bisa secara mudah memahami bahwa aku kaum minoritas, meski Indonesia adalah tempatku dilahirkan, dan satu-satunya negara di mana aku berjanji bersetia.

Aku lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang memegang teguh ajaran kebaikan. Kekinian, aku bersekolah di satu SMA Negeri paling favorit di sebuah kota kecil bernama Purwokerto, Jawa Tengah.

Aku gemar berorganisasi. Karena itulah, aku selalu aktif dalam bidang organisasi, baik saat SMP maupun kekinian, saat memakai seragam putih abu-abu.

Saat masih duduk di bangku SMP, aku pernah menjabat sebagai ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di satu SMP swasta.

Kala itu mudah bagiku untuk menjadi ketua OSIS. Sebab, di SMP itu, muridnya mayoritas keturunan Tionghoa, sama sepertiku.

Selepas SMP dan masuk SMA, tantangan kembali menghampiri diriku. Aku dicalonkan sebagai ketua OSIS SMA negeri paling favorit se-Purwokerto.

Berbeda dengan saat SMP, kali ini, di SMA favorit ini, aku minoritas. Sementara hampir semua siswa serta siswinya beragama mayoritas di Indonesia.

Aku maju bersama wakilku, teman yang beragama Islam. Sebagai pasangan, kami berdua bersama-sama mempersiapkan semuanya.

Kami juga menyiapkan diri agar bisa berorasi di depan massa pemilih, teman-teman kami juga. Orasi pemilihan dan pemungutan suara pemilihan ketua OSIS itu jatuh pada hari Jumat, baru lalu.

Meski menjadi rival, mereka berdua merupakan teman dekatku. Keduanya Muslim, sama seperti calon wakilku.

Singkat cerita, pokoknya aku dan wakilku mempersiapkan semuanya secara maksimal.

Pada hari pelaksanaan, orasiku berhasil mencengangkan dan memeriahkan seluruh warga sekolahku. Banyak yang bilang, orasiku jauh lebih maksimal dan lebih meyakinkan dibanding pasangan calon satunya.

Juga dalam sesi debat, aku dan wakilku berhasil memenangkan sawala itu. Kami berhasil menjawab pertanyaan dan membungkam lawan kami.

Namun, saat penghitungan suara selesai, aku dan wakilku kalah. Kami mendapat total 500 suara. Sementara rival kami mendapat 650 suara pendukung.

Kok? Mengapa bisa demikian?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Uno Gigit Vandel Kenang-kenangan, Mahasiswa Geger

Sandiaga Uno Gigit Vandel Kenang-kenangan, Mahasiswa Geger

News | Selasa, 25 September 2018 | 16:33 WIB

Temui Pedagang di Purwokerto, Sandiaga Mulai Tebar Janji

Temui Pedagang di Purwokerto, Sandiaga Mulai Tebar Janji

News | Selasa, 25 September 2018 | 09:07 WIB

Toleransi Muslim Indonesia Lebih Tinggi Ketimbang Malaysia

Toleransi Muslim Indonesia Lebih Tinggi Ketimbang Malaysia

News | Sabtu, 15 September 2018 | 17:04 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×