Hal yang Dikhawatirkan KNKT Selama Periksa Black Box Lion Air

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Jum'at, 02 November 2018 | 18:32 WIB
Hal yang Dikhawatirkan KNKT Selama Periksa Black Box Lion Air
Tim Investigator dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan pencarian sinyal Cokpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT 610 menggunakan Pinglocater di perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengakui sangat berhati-hati selama melakukan pemeriksaan terhadap bagian black box pesawat Lion Air JT 610 yang berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.  Alasan pemeriksaan harus teliti agar data yang ada Flight Data Recorde (FDR) black box itu tak mengalami kerusakan.

"Bahwa apa yang kami dapat, black box ini kan bukan dalam keadaan normal. Jadi penanganannya harus agak teliti karena takut datanya rusak. Pukul 01.00 WIB kami nyatakan berhenti dahulu (pemeriksaan black box) karena takut nanti ada pemotongan kabel dan lain-lain bisa merusak data yang ada di dalam black box tersebut," kata Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

Dia menyampaikan, hal yang paling harus diteliti petugas ketika melakukan pemotongan kabel. Dia khawatir jika tak hati-hati akan bisa merusak data dalam black box tersebut.

"Tapi karena itu adalah potongan dan lain-lain maka kami harus memotong beberapa kabel dan lain-lain agar tidak rusak datanya. Jadi, memang pekerjaannya agak lambat karena kehati-hatian kami jangan sampai FDR ini menjadi barang yang kurang maksimal, " jelasnya.

Sejauh ini, KNKT masih melakukan pemeriksaan dan pengunduhan data dalam black box itu. Pemeriksaan itu itu dilakukan untuk menginvestigasi penyebab jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 yang mengangkut 189 orang tersebut.

Haryo menyampaikan, serangkaian pemeriksaan yang dilakukan KNKT di antaranya yakni mentrankrip pembicaraan di dalam kokpit sebelum pesawat nahas itu dilaporkan hilang dan menukik ke laut.

"Untuk mentranskip itu butuh waktu seminggu lah, kan itu bahasa Inggris fasih. Pada prinsipnya tim kami telah mengunduh data-data yang ada pada black box tersebu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Minta KNKT Kerja Cepat Investigasi Kecelakaan Lion Air

Jokowi Minta KNKT Kerja Cepat Investigasi Kecelakaan Lion Air

News | Jum'at, 02 November 2018 | 18:05 WIB

Investigasi Lion Air oleh KNKT Paling Cepat 6 Bulan

Investigasi Lion Air oleh KNKT Paling Cepat 6 Bulan

News | Jum'at, 02 November 2018 | 12:47 WIB

Puing Lion Air JT 610 Mulai Dibawa ke KNKT

Puing Lion Air JT 610 Mulai Dibawa ke KNKT

News | Jum'at, 02 November 2018 | 12:10 WIB

Basarnas Temukan Roda Pesawat di Lokasi Black Box Lion Air

Basarnas Temukan Roda Pesawat di Lokasi Black Box Lion Air

News | Kamis, 01 November 2018 | 23:11 WIB

KNKT Butuh Waktu 2 Minggu Proses Black Box Pesawat Lion Air Jatuh

KNKT Butuh Waktu 2 Minggu Proses Black Box Pesawat Lion Air Jatuh

News | Kamis, 01 November 2018 | 21:56 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×