Ditemukan Keanehan pada Alat di Kokpit Lion Air JT 610

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Selasa, 06 November 2018 | 18:53 WIB
Ditemukan Keanehan pada Alat di Kokpit Lion Air JT 610
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi (kedua kiri) didampingi Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono (kiri) memeriksa turbin pesawat Lion Air JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengungkapkan indikator kecepatan pesawat di udara atau airspeed pada pesawat Lion Air JT 610 tidak berfungsi secara baik.

Kendala itu menyebabkan pilot pesawat berseri PK-LQP tersebut tak memunyai informasi yang tak tepat soal kecepatan pesawat saat berada di udara dalam kejadian nahas pada hari Senin (29/10) pekan lalu.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menuturkan, berdasarkan pemeriksaan terhadap black box yang berisi flight data recorder (FDR) diketahui ada perbedaan indikator airspeed antara pilot dan kopilot.

Padahal, kata Soerjanto, seharusnya indikator airspeed tersebut menunjukan angka yang sama.

"Jadi airspeednya terjadi perbedaan antara kiri dan kanan. Kan di pesawat itu ada captain side dan copilot side," kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono di KRI-Banda Aceh 593, Selasa (6/11/2018).

Berkenaan dengan itu, Soerjanto mengatakan hasil pemeriksaan FDR menunjukkan airspeed sudah mengalami perbedaan dalam empat penerbangan terakhir, termasuk penerbangan JT 610 rute Jakarta - Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Nah itu, yang dari empat penerbangan terakhir termasuk yang celaka itu, kami mengamati ini kok terjadi unrielable speed di indikatornya," tuturnya.

Kendati begitu, kata Soerjanto, KNKT masih menyelidiki komponen yang diduga sempat bermasalah selama empat kali penerbangan itu. Soerjanto juga mengatakan masih belum bisa menyimpulkan secara detail terkait hal itu.

Lebih lanjut, kata Soerjanto, KNKT juga akan meminta keterangan dari teknisi dan pilot pesawat yang menerbangkan pesawat Lion Air PK-LQP. Hal ini dilakukan guna mencari titik terang penyebab kecelakaan.

baca juga

"Step by step yang harus kami laksanakan dalam investigasi termasuk kalau ada keanehan sedikit saja kita menggalinya cukup usahanya cukup luar biasa," kata dia.

"Kita lagi bicara ke pabriknya, dengan teknisinya, dengan pilot yang menerbangkan sebelumnya, untuk menggali data untuk mencari tahu kenapa penyebab kecelakaan,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hoaks Lion Air dan Penculikan Belum Selesai, Polisi Lacak Pembuat

Hoaks Lion Air dan Penculikan Belum Selesai, Polisi Lacak Pembuat

News | Selasa, 06 November 2018 | 17:42 WIB

Kabasarnas Mewek karena Terenyuh Lihat Penantian Keluarga

Kabasarnas Mewek karena Terenyuh Lihat Penantian Keluarga

News | Selasa, 06 November 2018 | 16:42 WIB

6 November, RS Polri Terima 163 Kantong Jenazah Korban Lion Air

6 November, RS Polri Terima 163 Kantong Jenazah Korban Lion Air

News | Selasa, 06 November 2018 | 15:29 WIB

Terkini

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:37 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×