Gerindra: Tak Peduli Disabilitas Mirip Genderuwo yang Sontoloyo

Dwi Bowo Raharjo
Gerindra: Tak Peduli Disabilitas Mirip Genderuwo yang Sontoloyo
Prabowo menebarkan janji-janji tersebut di depan relawan pendukungnya serta tokoh-tokoh masyarakat di rumah makan Sate Lego, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (1/11/2018). (Dokumen : Tim Kampanye Prabowo - Sandiaga)

Kubu Prabowo - Sandiaga menganggap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas belum berjalan maksimal, karena PP belum ditetapkan.

Suara.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019, Andre Rosiade menganggap politisi yang tidak peduli terhadap hak-hak disabilitas sama halnya dengan genderuwo. Sebab, mereka dianggap tidak memiliki perasaan.

Pernyataan Andre merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Ia menganggap UU tersebut belum berjalan maksimal karena peraturan pemerintah (PP) atas UU tersebut belum juga ditetapkan hingga melewati tenggat waktu.

"Politisi yang tidak peduli terhadap hak-hak disabilitas ya sama saja dengan genderuwo yang sontoloyo. Kan ini sudah disahkan undang-undangnya, sudah dua tahun sejak 2016 lalu tapi kenapa PP itu tidak juga dikeluarkan. Ini kemana hati nuraninya?" Kata Andre melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Minggu (18/11/2018).

Poltisi Partai Gerindra ini menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap tidak peduli terhadap hak-hak penyandang disabilitas tersebut. Padahal, kata Andre, dengan disahkannya UU itu bisa lebih mempermudah para difabel untuk mendapatkan haknya, salah satunya dalam hal pekerjaan.

"Tapi kan UU tersebut hingga saat ini belum diikuti dengan aturan hukum di bawahnya, yakni Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksanaannya, yang dirugikan ya saudara-saudara kita yang difabel ini," ujarnya.

Menurut Andre, pasangan Capres dan Cawapres Prabowo – Sandiaga lebih peduli terhadap isu disabilitas. Alasannya karena fraksi Gerindra memperjuangkan UU tersebut hingga disahkan DPR dan membuat buku Paradoks Indonesia versi braile bagi penyandang tunanetra.

"Dulu Gerindra berjuang terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyandang Disabilitas yang merupakan revisi dari UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat menjadi Undang-Undang (UU),” kata dia.

“Lalu kemarin meluncurkan buku Paradoks Indonesia untuk saudara-saudara kita yang tunanetra agar mendapatkan informasi yang sama tentang perkembangan Indonesia," Andre menambahkan.

loading...
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS