Gerindra: Tak Peduli Disabilitas Mirip Genderuwo yang Sontoloyo

Dwi Bowo Raharjo

Minggu, 18 November 2018 | 13:56 WIB
Gerindra: Tak Peduli Disabilitas Mirip Genderuwo yang Sontoloyo
Prabowo menebarkan janji-janji tersebut di depan relawan pendukungnya serta tokoh-tokoh masyarakat di rumah makan Sate Lego, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (1/11/2018). (Dokumen : Tim Kampanye Prabowo - Sandiaga)

Suara.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019, Andre Rosiade menganggap politisi yang tidak peduli terhadap hak-hak disabilitas sama halnya dengan genderuwo. Sebab, mereka dianggap tidak memiliki perasaan.

Pernyataan Andre merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Ia menganggap UU tersebut belum berjalan maksimal karena peraturan pemerintah (PP) atas UU tersebut belum juga ditetapkan hingga melewati tenggat waktu.

"Politisi yang tidak peduli terhadap hak-hak disabilitas ya sama saja dengan genderuwo yang sontoloyo. Kan ini sudah disahkan undang-undangnya, sudah dua tahun sejak 2016 lalu tapi kenapa PP itu tidak juga dikeluarkan. Ini kemana hati nuraninya?" Kata Andre melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Minggu (18/11/2018).

Poltisi Partai Gerindra ini menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap tidak peduli terhadap hak-hak penyandang disabilitas tersebut. Padahal, kata Andre, dengan disahkannya UU itu bisa lebih mempermudah para difabel untuk mendapatkan haknya, salah satunya dalam hal pekerjaan.

"Tapi kan UU tersebut hingga saat ini belum diikuti dengan aturan hukum di bawahnya, yakni Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksanaannya, yang dirugikan ya saudara-saudara kita yang difabel ini," ujarnya.

Menurut Andre, pasangan Capres dan Cawapres Prabowo – Sandiaga lebih peduli terhadap isu disabilitas. Alasannya karena fraksi Gerindra memperjuangkan UU tersebut hingga disahkan DPR dan membuat buku Paradoks Indonesia versi braile bagi penyandang tunanetra.

"Dulu Gerindra berjuang terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyandang Disabilitas yang merupakan revisi dari UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat menjadi Undang-Undang (UU),” kata dia.

“Lalu kemarin meluncurkan buku Paradoks Indonesia untuk saudara-saudara kita yang tunanetra agar mendapatkan informasi yang sama tentang perkembangan Indonesia," Andre menambahkan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo: Saking Takutnya, Bilang Ada Genderuwo Politik

Prabowo: Saking Takutnya, Bilang Ada Genderuwo Politik

News | Sabtu, 17 November 2018 | 18:21 WIB

Prabowo Luncurkan Buku Paradoks Indonesia Khusus untuk Tunanetra

Prabowo Luncurkan Buku Paradoks Indonesia Khusus untuk Tunanetra

News | Sabtu, 17 November 2018 | 00:00 WIB

SMRC: Kekuatan Politik Aksi Reuni 212 Tak Lagi Besar

SMRC: Kekuatan Politik Aksi Reuni 212 Tak Lagi Besar

News | Jum'at, 16 November 2018 | 21:29 WIB

Kisruh Pidato Prabowo Tampang Boyolali, Perlu Tiga Saksi Ahli

Kisruh Pidato Prabowo Tampang Boyolali, Perlu Tiga Saksi Ahli

News | Jum'at, 16 November 2018 | 20:51 WIB

Pelapor Pidato Prabowo soal Tampang Boyolali Diperiksa Bawaslu

Pelapor Pidato Prabowo soal Tampang Boyolali Diperiksa Bawaslu

News | Jum'at, 16 November 2018 | 20:24 WIB

Terkini

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:52 WIB

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:41 WIB

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:30 WIB

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB