Hewan Misterius Kembali Teror Warga Karanganyar, Korban Bertambah

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 26 November 2018 | 09:47 WIB
Hewan Misterius Kembali Teror Warga Karanganyar, Korban Bertambah
Teror hewan misterius diduga macan gunung Lawu di Karanganyar. (Solopos.com)

Suara.com - Hewan misterius diduga macan Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah kembali menyerang hewan ternak di permukiman warga. Terakhir, hewan yang belum diketahui pasti jenisnya itu kembali menyerang korban yakni dua ekor kambing milik Marno, warga Gondang, Wonorejo, Jatiyoso, Minggu (25/11/2018) dini hari pukul 01.30 WIB.

Akibatnya, jumlah hewan ternak milik warga Wonorejo, Jatiyoso, yang mati karena diduga diterkam macan Gunung Lawu terus bertambah. Hingga kini, macan sudah menerkam total 26 ekor kambing di Wonorejo.

Serangan hewan liar itu dinilai semakin meresahkan warga. Selain warga takut kehilangan hewan ternaknya dengan kerugian jutaan rupiah, warga juga terancam keselamatannya. Menyikapi hal ini, warga bersama aparat keamanan dan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Surakarta.

“Ronda malam dan pengawasan di Wonorejo sebenarnya terus dilakukan. Bahkan cenderung ditingkatkan dalam 2-3 hari terakhir. Tapi, serangan tetap ada. Dini hari tadi, dua ekor kambing milik Pak Marno, warga Gondang, Wonorejo mati setelah diterkam macan. Ada luka gigitan di bagian leher. Serangannya sama persis dengan serangan di waktu sebelumnya [kambing tak dimakan sampai habis. Hanya dilukai di leher,” kata Kapolsek Jatiyoso, Iptu Subarkah, Minggu (25/11/2018).

Camat Jatiyoso, Budi Santoso, mengatakan serangan terakhir diduga dilakukan satu ekor macan. Hal itu disebabkan luka yang diderita hewan ternak hampir sama. Sebagian besar hewan ternak yang tewas diterkam macan mengalami luka gigitan di bagian leher. Kambing-kambing itu dibiarkan tergeletak di kandang setelah mati, namun macan tidak memakannya hingga habis.

Budi mengakui serangan macan berulang kali dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan warga semakin waswas. Warga bersama aparat keamanan terus meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan. Selain memperkuat kandang ternak, warga diminta menggelar ronda malam secara rutin.

“Warga juga diminta mengeluarkan bunyi-bunyian juga [seperti kaleng yang diisi kerikil atau yang lainnya]. Terkait penyebab, dugaannya macan itu marah setelah hutan di Gunung Lawu terbakar beberapa waktu lalu,” kata dia seperti dilansir Solopos.com.


Artikel ini sebelumnya terbit di laman Solopos.com dengan judul: "Macan Gunung Lawu Menyerang Lagi, Kambing Diterkam Tanpa Dimakan"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Macan Tutul Diduga Teror Warga Kaki Gunung Lawu, Ini Kata BKSDA

Macan Tutul Diduga Teror Warga Kaki Gunung Lawu, Ini Kata BKSDA

News | Sabtu, 24 November 2018 | 22:07 WIB

Teror Macan Gunung Lawu Gegerkan Warga Karanganyar

Teror Macan Gunung Lawu Gegerkan Warga Karanganyar

News | Sabtu, 24 November 2018 | 18:03 WIB

Geger! 18 Kambing di Karanganyar Mati Misterius dalam Semalam

Geger! 18 Kambing di Karanganyar Mati Misterius dalam Semalam

News | Jum'at, 23 November 2018 | 11:01 WIB

Misteri Jejak Kaki Macan Gegerkan Warga Lereng Gunung Lawu

Misteri Jejak Kaki Macan Gegerkan Warga Lereng Gunung Lawu

News | Selasa, 06 November 2018 | 08:48 WIB

Instagramable, Pesona Gunung Lawu Sebelum Dilalap Si Jago Merah

Instagramable, Pesona Gunung Lawu Sebelum Dilalap Si Jago Merah

Lifestyle | Minggu, 16 September 2018 | 13:00 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB