Tergiur Rumah Subsidi, Ratusan Warga Tertipu Pengembang Bodong

Bangun Santoso

Selasa, 27 November 2018 | 10:55 WIB
Tergiur Rumah Subsidi, Ratusan Warga Tertipu Pengembang Bodong
Ilustrasi perumahan subsidi. [Dok Kementerian PUPR]

Suara.com - Ratusan orang di Tangerang Selatan menjadi korban penipuan dengan modus rumah subsidi. Penipuan diduga dilakukan PT Cakrawala Citra Kinakas (CCK).

Salah satu korban, Ary Andryanto, warga Reni Jaya, Pamulang, Tangsel mengaku tergiur akan informasi tentang rumah subsidi bernama Bumi Berlian Serpong (BBS) yang berharga murah pada 2016 lalu.

Tergiur akan rumah subsidi itu, ia dan istri bergegas pergi ke kantor pemasaran PT CCK di bilangan Villa Dago Pamulang, Tangsel, untuk menindak lanjuti informasi yang ia terima.

“Saya tanya-tanya detail dan langsung diajak melihat lokasi rumah yang akan dibangun di Curug, Gunung Sindur. Akhirnya saya bayar booking fee Rp 3,5 juta,” ujar Ary kepada awak media, di bilangan Komplek Pamulang Permai, Pamulang, Senin 26 November 2018.

Saat itu, Ary dan istri melihat sudah ada sejumlah unit rumah yang sedang dalam proses pembangunan. Mereka juga sempat mencari jejak digitalnya yang ternyata minim.

“Saya browsing-browsing enggak ada rekam jejak yang jelek. Engga ada track recordnya malah. Akhirnya saya dan istri setuju dan membayar DP sebesar Rp 22,5 juta. Jadi total dengan Booking Fee sekitar Rp26 juta,” ujarnya seperti dilansir Bantenhits.com.

Ary dijanjikan akad kredit tiga bulan setelah membayar DP. Ia memilih rumah di Blok AC 3, dengan luas tanah sekira 60 meter, 2+1 kamar seharga Rp 133,5 juta. Baginya itu harga yang layak untuk sebuah rumah subsidi. Ia tidak ragu karena cicilan diangsur ke BTN, bank resmi, bukan ke pengembang langsung.

“Tapi saya tidak sendiri masih ada korban lainnya,” ujarnya.

Sementara korban lainnya, Agustina Damayanti mengaku hanya bisa pasrah. Katanya ia sudah melunasi DP dan booking fee total sebesar Rp 25 juta di tahun yang sama dengan Ary.

baca juga

“Saya sebenarnya masih berharap bisa punya rumah, tapi melihat kenyataannya begini rasanya pasrah saja. Apalagi BBS itu ratusan orang korbannya, unit yang saya pesan saja dobel pembeli,” ujar Agustina.

Saat ini, Agustina lebih ingin uangnya kembali dan John Sumantri, pemimpin pengembang bodong bisa ditangkap polisi. Untuk itu dirinya dan beberapa korban penipuan ini telah membuat komunitas dan melaporkan kepada kepolisian.

Hanya saja, hingga kini baik PT CCK dan kepolisian masih sulit dikonfirmasi oleh wartawan. (Sumber: Bantenhits.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngaku Bisa Meramal, WN Cina Tipu Warga Sumsel Rp 550 Juta

Ngaku Bisa Meramal, WN Cina Tipu Warga Sumsel Rp 550 Juta

News | Jum'at, 23 November 2018 | 21:40 WIB

Rosa Ditangkap karena Menipu Punya Ilmu Datangkan Emas Gaib

Rosa Ditangkap karena Menipu Punya Ilmu Datangkan Emas Gaib

News | Jum'at, 23 November 2018 | 05:00 WIB

Mal Pemakaman Akan Dibangun di Tangsel, 1 Makam 7 Tingkat

Mal Pemakaman Akan Dibangun di Tangsel, 1 Makam 7 Tingkat

News | Kamis, 22 November 2018 | 14:37 WIB

Tergiur Janji Manis Waria, Siti Lemas Kehilangan Duit Jutaan

Tergiur Janji Manis Waria, Siti Lemas Kehilangan Duit Jutaan

News | Kamis, 22 November 2018 | 09:50 WIB

Ngaku Diperiksa KPK, Hj Lela Divonis 1,2 Tahun Penjara

Ngaku Diperiksa KPK, Hj Lela Divonis 1,2 Tahun Penjara

News | Kamis, 15 November 2018 | 09:25 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×