Sindir Ucapan Sekjen PSI, TKN Jokowi: Perbanyak Kawan Bukan Lawan

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 11 Desember 2018 | 21:38 WIB
Sindir Ucapan Sekjen PSI, TKN Jokowi: Perbanyak Kawan Bukan Lawan
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Wakil Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Daniel Johan meminta kepada seluruh kader partai koalisi untuk perbanyak kawan bukan lawan.

Hal itu disampaikan Daniel menanggapi Sekjen PSI sekaligus Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni yang dilaporkan ke Bawaslu karena menyebut mantan Presiden Soeharto sebagai simbol KKN di Indonesia.

Terkait pelaporan itu, Daniel menyarankan agar anggota TKN lebih fokus kepada masalah sosial masyarakat, ketimbang melemparkan pernyataan yang bisa menyinggung kelompok tertentu.

"Masalah-masalah kerakyatan jauh lebih penting ketimbang persoalan-persoalan yang sebenarnya tidak menyangkut hajat hidup orang banyak. Lebih baik TKN fokus bagaimana memikirkan persoalan-persoalan kerakyatan," kata Daniel di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (11/12/2018).

Selain itu, Daniel juga berharap adanya anggota TKN yang dilaporkan ke polisi atas sejumlah kasus, tidak mempengaruhi elektabilitas Jokowi-Maruf. Buntut dari pernyataan Raja Juli itu, Daniel meminta agar seluruh kader partai pengusung Jokowi-Ma'ruf bisa memperbanyak hubungan pertemanan termasuk dengan lawan politik.

"Kita mendorong seluruh koalisi perbanyak sahabat, kawan, bukan malah menimbulkan banyak persoalan," pungkasnya.

Sebelumnya, Juli menanggapi ucapan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut kalau kondisi korupsi di Indonesia sudah mencapai tahap stadium 4 atau masa kritis. Juli menilai kalau akar KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) justru berasal dari Presiden ke-2 RI Soeharto.

"Seperti saya katakan tadi, '98 kita turun ke jalan menurunkan rezim Soeharto dengan tiga alasan itu, KKN: korupsi, kolusi, nepotisme. Dan ini secara politik terang benderang bahwa simbol KKN itu Pak Harto," ujar Raja Juli Antoni, Jumat (30/11/2018).

Buntut dari pernyataaannya itu, Juli dilaporkan seorang perempuan bernama Apni Yulia Sari ke Bawaslu pada Senin (10/12/2018). Alasan Apni melaporkan Juli karena tidak terima Soeharto disebut sebagai simbol KKN. Justru Apni menilai Soeharto memberikan perubahan dan tidak pernah terjerat kasus korupsi selama 32 tahun memimpin Indonesia.

baca juga

Oleh karena itu, Juli pun dilaporkan dengan dugaan melanggar Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Caleg Berkarya Tiduri Istri Orang, Bawaslu: Perzinahan Tak Diatur UU Pemilu

Caleg Berkarya Tiduri Istri Orang, Bawaslu: Perzinahan Tak Diatur UU Pemilu

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 13:12 WIB

Khawatir Ada Pemilih Siluman, Kubu Prabowo - Sandiaga Sambangi Bawaslu

Khawatir Ada Pemilih Siluman, Kubu Prabowo - Sandiaga Sambangi Bawaslu

News | Senin, 10 Desember 2018 | 22:00 WIB

Bawaslu Catat 1.247 Pelanggaran Selama Kampanye di Pemilu 2019

Bawaslu Catat 1.247 Pelanggaran Selama Kampanye di Pemilu 2019

News | Senin, 10 Desember 2018 | 16:50 WIB

Samakan Pemilu dengan Badminton, JK: Kalau Smash Masuk, Kita Menang

Samakan Pemilu dengan Badminton, JK: Kalau Smash Masuk, Kita Menang

News | Senin, 10 Desember 2018 | 15:16 WIB

Soal Stiker Capres, Jokowi Paling Banyak Melanggar

Soal Stiker Capres, Jokowi Paling Banyak Melanggar

News | Minggu, 09 Desember 2018 | 10:22 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

×