Inem Jogja Menebar Senyum di Jalanan, Bersihkan Kesedihan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 05 Februari 2019 | 15:41 WIB
Inem Jogja Menebar Senyum di Jalanan, Bersihkan Kesedihan
Inem Jogja. (erwan_angka)

Suara.com - Inem Jogja, coretan di raut wajahnya penuh dengan kebahagiaan. Nampak tak ada yang sendu dari apa yang ia hadapi. Setiap langkah Inem Jogja yang dilakukanya mendapat respon ceria. Bahkan setiap orang yang Inem Jogja dekati selalu diawali dengan senyum lebar.

Sosok Inem Jogja yang diekspresikan sebagai pelayan seksi tiba-tiba berubah menjadi aura pelayan masyarakat. Sampah yang jatuh berserakan di jalan Malioboro ia pungut, lalu ia buang ke tempat sampah. Orang yang melihat aktivitas Inem Jogja pun ikut menirunya.

Sesekali Inem Jogja geram dengan tingkah masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempat. Teguran keras Inem Jogja membuahkan hasil. Publik mengerti Inem tak ingin sampah menyelimuti keindahan Jogjakarta.

Namun siapa sangka, Inem Jogja awalnya hanyalah seorang anak tukang balon. Orangtuanya bekerja di alun-alun utara menjajakan balon kepada para pengunjung. Bahkan hidupnya begitu susah, makan saja hanya menggunakan minyak dan garam diaduk menjadi satu kemudian dimakan secara bersama-sama.

Inem Jogja. (erwan_angka)
Inem Jogja. (erwan_angka)

"Saya dulu latar belakang keluarga tidak mampu, orangtua saya pedagang balon mencari makan nasi susah sekali,” tutur Made Dyah Agustina sosok di balik nama Inem Jogja saat ditemui Suara.com di Rumah Tembi Budaya, Jum’at (11/1).

Ia menceritakan, dulu untuk bersekolah sangat susah. Bahkan Inem Jogja tidak mempunyai sepeser uang untuk bisa membeli seragam serta membayar SPP sekolah. Di tengah keterpurukannya, Inem Jogja mencoba untuk bangkit.

Inem Jogja mencoba untuk melakukan apa yang bisa, guna membantu kedua orangtuanya agar tidak bersusah payah membiayai sekolah.

Bakat nari yang lahir dari ayahnya, ia maksimalkan untuk mencari penghidupan. Memang sejak lahir, seni tari sudah melekat pada Made Dyah, nama lengkap Inem Jogja. Inem Jogja menceritakan bakat itu muncul di Balikarena diajarkan langsung oleh sang ayah, selain itu ada sebuah kewajiban bagi dirinya untuk bisa menari dalam keperluan upacara agama.

Inem Jogja. (erwan_angka)
Inem Jogja. (erwan_angka)

"Bapak saya dari tahun 70 di kota Yogya, nggak beruntung mengembara ke Kota Jogja, tahun 1977 sampai sekarang ngontrak terus. Saya jualan bantu keluarga bayar sekolah. Saya hanya bisa nari saya lakukan job tari. Saya masuk di rumah budaya ini, apa-apa saya dari nari. Bakat saya nari sendiri dimulai dari kecil diajari bapak, orang Bali kan kalau upacara harus nari, 2011 berhenti menari,’’ ujar Made Dyah mencoba mengulas masa hidupnya.

Dari hasil menari itulah, pada akhirnya Inem Jogja menempuh kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2005 dengan mengambil jurusan pendidikan tari dan berhasil menyelesaikan masa kuliah pada tahun 2010. Setelahnya ia melanjutkan kuliah S1 di Institute Seni Indonesia Yogyakarta dengan jurusan manajemen pertunjukan ia selesaikan pada tahun 2013.

"Saya kuliah di UNY lalu S2 saya di ISI jurusan Manajemen Pertunjukan, itu biaya saya sendiri," ujar perempuan kelahiran Yogyakarta ini.

Inem Jogja. (erwan_angka)
Inem Jogja. (erwan_angka)

Setelah itu, Inem Jogja kemudian mencoba peruntukan untuk mendaftar sebagai dosen, dari pengalamanya belajar ia diterima sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi sesuai dengan kemapuannya di bidang tari.

"Setelah lulus saya jadi dosen Seni Tari di Universita Terbuka dan Universitas Sanata Dharma dari 2014-2016," jelas Made Dyah.

Merasa kurang mendapatkan selera untuk mengajar, Made Dyah memutuskan untuk berhenti menjadi dosen dan terus menjajaki karir di dunia seni tari melalui sanggar yang ia kelola di Rumah Budaya Tembi hingga kini mencoba menjadi Inem Jogja.

Kontributor : Abdus Somad

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalam Sehari Gunung Merapi Keluarkan Lava Hingga Puluhan Kali

Dalam Sehari Gunung Merapi Keluarkan Lava Hingga Puluhan Kali

News | Kamis, 20 Desember 2018 | 07:41 WIB

Sebelum Terbalik, Putaran Bianglala Maut Sekaten 'Nggronjal'

Sebelum Terbalik, Putaran Bianglala Maut Sekaten 'Nggronjal'

News | Senin, 12 November 2018 | 12:17 WIB

Sedang Bad Mood, 4 Makanan Ini Bisa Membuat Kamu Jadi Ceria

Sedang Bad Mood, 4 Makanan Ini Bisa Membuat Kamu Jadi Ceria

Health | Selasa, 09 Oktober 2018 | 18:18 WIB

Seru Banget! Ini 7 Momen Seru Wayang Jogja Night Carnival 2018

Seru Banget! Ini 7 Momen Seru Wayang Jogja Night Carnival 2018

Lifestyle | Senin, 08 Oktober 2018 | 16:38 WIB

Amankan Jamasan Pusaka, Keraton Jogja Pakai Drone Jammer

Amankan Jamasan Pusaka, Keraton Jogja Pakai Drone Jammer

Tekno | Senin, 01 Oktober 2018 | 20:15 WIB

Terkini

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:02 WIB

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

News | Sabtu, 04 April 2026 | 17:43 WIB

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

News | Sabtu, 04 April 2026 | 15:31 WIB

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:43 WIB

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:05 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:27 WIB