Perahu Dihantam Ombak Hingga Pecah, Dua Nelayan Hilang di Lokasi Berbeda

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 05 Februari 2019 | 18:42 WIB
Perahu Dihantam Ombak Hingga Pecah, Dua Nelayan Hilang di Lokasi Berbeda
Ilustrasi perahu karam/ tenggelam. (Shutterstock)

Suara.com - Koordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan dua orang nelayan dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di dua lokasi yang berbeda. Kecelakaan kapal diakibatkan gelombang tinggi.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, kecelakaan laut pertama terjadi pada Selasa (5/2) pagi di sekitar perairan Ciriang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap," kata Mulwahyono di Cilacap, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, Selasa (5/2/2019) sore.

Mulwahyono menerangkan, sebuah perahu yang membawa tiga orang nelayan dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya pecah saat keluar dari "plawangan" Kampung Laut atau di sekitar perairan Ciriang.

Kejadian tersebut, kata Mulwahyono, mengakibatkan seorang nelayan bernama Girwo (35), warga Dusun Karangmulya, Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.

"Sedangkan dua rekan Girwo dapat diselamatkan oleh nelayan lainnya yang sedang melintas di lokasi kejadian," katanya.

Sementara kecelakaan laut kedua, kata dia, terjadi pada Selasa (5/2) siang di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalretno, sebelah timur Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Mulwahyono mengatakan berdasarkan informasi yang diterima Basarnas Pos SAR Cilacap, peristiwa nahas tersebut melibatkan sebuah perahu nelayan yang hendak berangkat melaut.

"Perahu yang ditumpangi tiga orang nelayan itu terbalik dan pecah setelah dihantam gelombang tinggi saat hendak melaut," katanya.

Akibatnya, kata dia, seorang nelayan bernama Sardi (46), warga Dukuh Ubil RT 03 RW 01, Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, dilaporkan hilang terseret arus, sedangkan dua nelayan lainnya dapat diselamatkan.

Untuk mencari dua korban yang hilang di dua kecelakaan, Mulwahyono mengatakan pihaknya telah memberangkatkan satu regu Basarnas ke perairan Ciriang dan satu regu Basarnas ke Petanahan guna menggelar operasi pencarian dan pertolongan bersama potensi SAR lainnya.

"Setiap regu Basarnas yang diberangkatkan ke perairan Ciriang maupun Petanahan membawa peralatan lengkap untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di air," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Susi Cerita Ditegur Jokowi Soal Hasil Tangkapan Ikan

Menteri Susi Cerita Ditegur Jokowi Soal Hasil Tangkapan Ikan

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 21:15 WIB

Nekat Melaut Kala Cuaca Buruk, Sekelompok Nelayan di Babel Tersambar Petir

Nekat Melaut Kala Cuaca Buruk, Sekelompok Nelayan di Babel Tersambar Petir

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 10:29 WIB

Perahu Hilang Kena Tsunami, Ratusan Nelayan di Banten Kini Menganggur

Perahu Hilang Kena Tsunami, Ratusan Nelayan di Banten Kini Menganggur

News | Selasa, 01 Januari 2019 | 13:27 WIB

Terkini

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:29 WIB

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB

Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:18 WIB

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:59 WIB

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:36 WIB