Jamuan Tok Panjang, Merawat Keberagaman di Tahun Baru Imlek

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 05 Februari 2019 | 20:31 WIB
Jamuan Tok Panjang, Merawat Keberagaman di Tahun Baru Imlek
Jamuan Tok Panjang saat Imlek. (Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Kota Semarang dikenal sebagai kota beragam etnis, ada dari Jawa, Arab, China sampai Gujarat (India). Keberagaman itu tertata apik, menjadikan Semarang sebagai kota yang aman, adem ayem.

Jauh dari isu SARA maupun perpolitikan nasional yang kerap menyeret ke daerah, di Kota Semarang justru antar etnis saling mendukung, terutama pada perayaan hari besar masing-masing etnis.

Seperti pada perayaan Tahun Batu Imlek, seolah menjadi budaya milik bersama, masyarakat lintas etnis berbaur memadati simbol-simbol etnis Tionghoa seperti klenteng atau berkunjung ke Kawasan Pecinan Semarang.

Salah satu budaya tradisi perekat hubungan itu adalah tradisi Tok Panjang. Sebuah jamuan makan antar etnis, duduk satu meja yang ditata memanjang dengan hidangan aneka jenis makanan. Makanan pun dijamin halal.

Makan bersama di meja Tok Panjang biasa digelar di Kawasan Pasar Semawis Pecinan Semarang saat Tahun Baru Imlek datang. Semua masyarakat berbaur mulai dari pejabat walikota, pemuka agama, masyarakat, sampai wisatawan luar Semarang dipersilahkan turut menikmati.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopisemawis), Harjanto Halim mengatakan Tok Panjang merupakan tradisi menjamu para tamu dari segala etnis dan komunitas.

"Imlek itu intinya mempertemukan saudara yang terpisah. Jamuan Tok Panjang adalah upaya merawat kebersamaan dan kesejahteraan," kata Harjanto, Selasa (5/2/2019).

Jaman dahulu, kata Harjanto, jamuan malam saat Imlek ada di meja bundar, karena selalu berkembang sanak keluarga maka ditempatkan pada meja dinamai meja Tok Panjang.

"Jadi mempertemukan kembali, silaturahmi bertemu di Tok Panjang, ini perekat semua anak bangsa," tutur Harjanto.

baca juga

Sajian hidangan juga tak sembarangan, semua makanan serba memiliki makna filosofi layaknya dalam budaya Tionghoa. Makanan itu dihidangkan pada meja sepanjang 200 meter.

Ada hidangan pembuka yaitu teh serbat yang merupakan teh dengan 2 butir serbat bercampur 20 herbal lokal dan China. Kemudian ada brokoli udang, sup lobak dan ikan patin.

"Makan sup lobak memberi keberuntungan sepanjang tahun, kuah akan menghangatkan hubungan persaudaraan," katanya.

Sampai pada hidangan utama yakni nasi warna biru dinamai nasi ulam bunga telang. Bunga telang merupakan tanaman jenis polong-polongan, sohor dipakai oleh masyarakat beberapa negara di Asia Tenggara dalam perayaan Imlek maupun dalam membuat campuran bahan makan dan kue secara organik.

"Kalau di Thailand dibuat minuman segar, di Indonesia buat ketan biru. Bisa juga sebagai tanaman hias karena bunga itu berwarna biru terang," ujar Harjanto.

Kata Harjanto, nasi ulam bunga telang sebenarnya asimilasi peranakan Malaysia dan Singapura. Nasi ini disajikan dengan wadah tampah dan dikelilingi srundeng, kucai, telur, gereh, sambal goreng kentang, mint, suwiran daging ayam, bercampur rempah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesona Klenteng Dewi Kwan Im, Simbol Kelembutan Berusia Ratusan Tahun

Pesona Klenteng Dewi Kwan Im, Simbol Kelembutan Berusia Ratusan Tahun

Lifestyle | Selasa, 05 Februari 2019 | 20:23 WIB

Tutup Festival Imlek, Ancol Akan Lepas Ratusan Lampion

Tutup Festival Imlek, Ancol Akan Lepas Ratusan Lampion

Lifestyle | Selasa, 05 Februari 2019 | 19:22 WIB

Menang Banyak, Selain Dapat Angpao Tina Toon Punya Pacar di Hari Imlek

Menang Banyak, Selain Dapat Angpao Tina Toon Punya Pacar di Hari Imlek

Entertainment | Selasa, 05 Februari 2019 | 19:02 WIB

Imlek di Palembang, Ribuan Warga Tionghoa Padati Vihara dan Sembahyan Thian

Imlek di Palembang, Ribuan Warga Tionghoa Padati Vihara dan Sembahyan Thian

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 18:28 WIB

Terkini

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

×