Ketua PBNU: 20 Ribu Santri Doakan Jokowi, Ini Bukan Kampanye

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 27 Februari 2019 | 15:32 WIB
Ketua PBNU: 20 Ribu Santri Doakan Jokowi, Ini Bukan Kampanye
Ketum PBNU Said Aqil Sirajd saat berpidato di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Jabar. (Suara.com/Ummi)

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menyebut 20 ribu warga hadir di acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) mendoakan agar Presiden Joko Widodo bisa terpilih kembali di Pilpres 2019. Namun, dia mengklaim doa yang dipanjatkan untuk Jokowi yang juga ikut menghadir di acara itu bukan bermuatan kampanye.

"Yang hadir lebih dari 20 ribu mendoakan (Jokowi). Bukan kampanye. Mudah-mudahan pak Jokowi dapat kepercayaan dari Allah dan dari rakyat. Ketua PBNU enggak boleh kampanye," ujar Said saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Dalam sambutannya, Said Aqil juga berharap konstestasi di Pilpres tahun ini tidak dijadikan sebagai ajang untuk merebut kekuasaan, melainkan momentum penegakkan kedaulatan rakyat.

"Oleh karenanya pilpres tak boleh berhenti dalan ajang suksesi kekuasaan namun momentum penegakan kedaulatan rakyat," kata dia.

Dia menjelaskan Munas Alim Ulama dan Konbes NU mengambil tema memperkuat ukhuwah wathaniyah untuk kedaulatan rakyat. Pemilihan tema kata Said, dilandasi situasi jelang pelaksanaan pesta demokrasi yakni pemilu untuk presiden dan wapres serta wakil rakyat.

"NU perlu ingatkan bahwa sebagai investasi masyarakat, hasil pemilu harus bisa menjunjung kedaulatan rakyat dan sensi pemerintahan. Mandat sejati kekuasaan adalah kemaslahatan rakyat kesejahteraan bagi rakyat. Kaidah fiqiyah katakan bahwa kemaslahatan rakyat harus menjadi dasar kebijakan pemerintah," ujar Said.

Said menjelaskan Munas Alim Ulama dan Konbes NU juga akan membahas sejumlah masalah penting, di antaranya permasalahan sampah plastik, konsep Islam nusantara, hingga politisasi agama. Adapun Acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan digelar selama tiga hari, mulai hari ini sampai Jumat 1 Maret 2018.

"Konbes di Banjar akan bahas masalah penting. Mencakup bahaya sampah plastik. Indonesia juara kedua setelah Cina, problem plastik. Niaga perkapalan, masalah kewarganegaraan. Konsep Islam Nusantara dan politisasi agama. RUU antimonopoli agar kezaliman ekonomi harus diselesaikan. Apalagi di era globalisasi. Pasar bebas mengandung kezaliman semua diberi kebebasan," kata dia.

Lebih lanjut, Said menuturkan NU didirikan dengan dua mandat besar, yakni peran tanggung jawab keagamaan dan tanggung jawab kebangsaan.

baca juga

"Masalah kebangsaan yang dimungkinkan kapasitas NU selalu bantu program pemerintah yang tingkatkan kesejahteraan. NKRI adalah kesepakatan final. Siapa saja yang berniat gerogoti NKRI akan berhadapan dengan NU. Maka kita harus tegas. Yang anti pancasila yang gerogoti NKRI, usir!," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunker ke Jawa Barat, Jokowi Kenakan Peci dan Sarung

Kunker ke Jawa Barat, Jokowi Kenakan Peci dan Sarung

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 14:04 WIB

Sapa Warga di Ponpes, Prabowo: Saya Tak Bisa Kampanye, yang Sebelah Boleh

Sapa Warga di Ponpes, Prabowo: Saya Tak Bisa Kampanye, yang Sebelah Boleh

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 21:23 WIB

Prabowo-Sandi Disebut Bertarung Lawan Negara, BPN: Aparat Hilang Netralitas

Prabowo-Sandi Disebut Bertarung Lawan Negara, BPN: Aparat Hilang Netralitas

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 16:19 WIB

Jokowi Janjikan Lagi 3 Kartu Sakti, Fadli Zon: Itu Jurus Mabuk

Jokowi Janjikan Lagi 3 Kartu Sakti, Fadli Zon: Itu Jurus Mabuk

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 13:50 WIB

Di Rakernas Korpri, Jokowi: APBN dan APBD Harus Dirancang Secara Sederhana

Di Rakernas Korpri, Jokowi: APBN dan APBD Harus Dirancang Secara Sederhana

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 12:56 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×