Gelar Demo, Ini Kesepakatan Pengojek Jateng - Jogja dan PT GoJek Indonesia

Reza Gunadha

Jum'at, 08 Maret 2019 | 20:40 WIB
Gelar Demo, Ini Kesepakatan Pengojek Jateng - Jogja dan PT GoJek Indonesia
Ribuan pengemudi ojek daring di Yogyakarta melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PT Gojek Indonesia (PTGI). (Suara.com/Sri Handayani)

Sementara di Jakarta, Michael Reza—VP Corporate Affairs GoJek—memberikan pernyataan tertulis untuk merespons tuntutan mitra perusahaannya yang menggelar aksi di Yogyakarta.

Ia mengatakan, mengenai tuntutan skema insentif, GoJek memutuskan hal tersebut adalah bonus tambahan demi menjaga kualitas pelayanan.

"Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar, karena tujuan utamanya adalah mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra GoJek," jelas Reza.

Ia memastikan, fokus GoJek tentang kesejahteraan mitra tak terbatas pada kebijakan tarif serta insentif. Misalnya, ada pula program kesejahteraan mitra yang dikemas dalam GoJek Swadaya.

Program tersebut, kata Reza, dapat meringankan pengeluaran sehari-hari mitra GoJek, memberikan akses kepada program asuransi terjangkau, serta memberikan akses kepada program pengaturan keuangan bagi masa depan mitra dan keluarganya.

"Bahkan, kami juga sedang mengeksplorasi berbagai program peningkatan kemampuan, keahlian dan pengetahuan untuk mitra. Salah satunya melalui kegiatan Bengkel Belajar Mitra, yang membekali mitra kami dengan pengetahuan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan," tuturnya.

Sementara mengenai tuntutan penghapusan data mitra yang terblokir, saat ini perusahaan sedang memprioritaskan perbaikan kebijakan sistem suspensi.

GoJek, sambung Reza, kerap menggelar sesi diskusi tatap muka dengan mitra untuk membahas kebijakan suspensi.

Sedangkan terkait tuntutan sistem alokasi atau penghapusan order prioritas, GoJek berkomitmen meningkatkan kemudahan dan kenyamanan mitra driver dalam bekerja.

baca juga

Caranya, tambah Reza, GoJek telah menerapkan sistem alokasi order yang baru.  Pada sistem  baru ini, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order.

"Order yang dibuat oleh konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu. Kemudian, mitra yang paling rajin atau tidak pilih-pilih order, punya rating tinggi, berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut," ungkapnya.

Ia menjelaskan, melalui sistem yang baru ini, jumlah mitra driver yang berbuat curang menggunakan Fake GPS dapat berkurang.

Selain itu, Reza mengklaim, sistem baru ini juga secara tidak langsung membuat pengguna mendapat kualitas pelayanan yang lebih baik.

Kontributor : Sri Handayani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir GoJek Yogyakarta Aksi Tutup Jalan, Orator: PTGI Metuo Tho!

Sopir GoJek Yogyakarta Aksi Tutup Jalan, Orator: PTGI Metuo Tho!

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 19:33 WIB

Cari Biaya Nikah dari Hasil Jambret, Gojek Gadungan Ini Dibekuk Polisi

Cari Biaya Nikah dari Hasil Jambret, Gojek Gadungan Ini Dibekuk Polisi

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 17:37 WIB

Driver Gojek Tutup Jalan di Yogyakarta, Mobil Dicoret-coret

Driver Gojek Tutup Jalan di Yogyakarta, Mobil Dicoret-coret

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 16:15 WIB

Ada WNA Masuk DPTb, KPU Cek Seluruh Warga Asing di Yogyakarta

Ada WNA Masuk DPTb, KPU Cek Seluruh Warga Asing di Yogyakarta

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 10:29 WIB

Terima Investasi Baru Senilai Rp 21 Triliun, Grab Bakal Gempur Gojek

Terima Investasi Baru Senilai Rp 21 Triliun, Grab Bakal Gempur Gojek

Tekno | Rabu, 06 Maret 2019 | 20:30 WIB

Terkini

Link Cek Bansos Kemensos 2026, Bantuan PKH Tahap 4 Kapan Cair?

Link Cek Bansos Kemensos 2026, Bantuan PKH Tahap 4 Kapan Cair?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Lipstik Inez Apakah Tahan Lama? Intip Review Pembeli

Lipstik Inez Apakah Tahan Lama? Intip Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Saat Gen Z Bertemu 'Polisi Bahasa': Butuh Ruang Diskusi, Bukan Penghakiman

Saat Gen Z Bertemu 'Polisi Bahasa': Butuh Ruang Diskusi, Bukan Penghakiman

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Rekomendasi HP yang Sudah Support eSIM Terbaru: Praktis dan Bebas Repot Tanpa Kartu Fisik

Rekomendasi HP yang Sudah Support eSIM Terbaru: Praktis dan Bebas Repot Tanpa Kartu Fisik

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Gebrakan Mbah Condro! Polresta Solo Ungkap Jaringan Eksploitasi Anak, 14 Tersangka Diciduk

Gebrakan Mbah Condro! Polresta Solo Ungkap Jaringan Eksploitasi Anak, 14 Tersangka Diciduk

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Sulawesi Selatan Jadi Sorotan: Kasus Kusta Tinggi, 10.000 Orang Diberi Obat

Sulawesi Selatan Jadi Sorotan: Kasus Kusta Tinggi, 10.000 Orang Diberi Obat

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Industri RI Ditantang Lebih Produktif

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Industri RI Ditantang Lebih Produktif

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:55 WIB

JAMAK Beri Masukan RUU Perampasan Aset: Negara Tak Boleh Suuzon ke Pejabat Kaya Mendadak

JAMAK Beri Masukan RUU Perampasan Aset: Negara Tak Boleh Suuzon ke Pejabat Kaya Mendadak

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:51 WIB

×