IAI Gagas Apoteker Farmasi Spesialis Nuklir

Chandra Iswinarno

Rabu, 13 Maret 2019 | 16:09 WIB
IAI Gagas Apoteker Farmasi Spesialis Nuklir
Ketum PP IAI Nurul Falah Eddy Pariang (kiri) bersama Dirjen Kefarmasian dan Kesehatan Kemenkes Engko Sosialine Magdalene (tengah) saat memberikan keterangan di acara Rakernas IAI di hotel El Royale, Jalan Merdeka, Bandung, Rabu (13/3/2019). [Suara.com/Aminudin]

Suara.com - Pesatnya ilmu farmasi yang tercermin dalam bidang apoteker farmasi sepesialis nuklir belum banyak diperbincangkan di Indonesia.

Padahal, bidang tersebut dianggap sangat diperlukan di dunia kesehatan, lantaran itu Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) akan mengembangkan ilmu apoteker farmasi spesialis nuklir.

Ketua Umum PP IAI Nurul Falah Eddy Pariang mengemukakan nantinya farmasi spesialis nuklir akan dikuasai apoteker khusus dan menjadi pendamping bagi kedokteran nuklir yang kini sudah mulai berkembang di Indonesia.

"Di Indonesia kedokteran nuklir sudah lama tapi kita apoteker nuklir baru nanti dibicarakan ini baru membuat naskah akademiknya," ujar Nurul saat ditemui di acara Rakernas PP IAI di hotel El Royale, Jalan Merdeka, Bandung, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, kebutuhan tenaga apoteker farmasi spesialis nuklir itu nyatanya memang sudah ada. Makanya, untuk menindaklanjuti hal itu, PP IAI akan bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran untuk membuat program studi Farmasi Nuklir.

"Kita berkolaborasi dengan teman-teman kedokteran nuklir untuk bersama-sama mendidik nantinya melalui perguruan tinggi dengan program studi farmasi nuklir. Memang rencananya itu yang akan melakukan Universitas Padjadjaran Fakultas Farmasi,"tukasnya.

Memaksimalkan energi nuklir untuk bidang kesehatan memang sudah lama berkembang di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.

"Apoteker farmasi spesialis nuklir ini kalau kita lihat bencmarknya di luar negeri memang ada di Amerika, juga Eropa yaitu apoteker yang bergerak di bidang farmasi nuklir," bebernya.

Ketika ilmu kesehatan sudah semakin signifikan mengalami perkembangan sehingga adanya kedokteran nuklir, maka secara tidak langsung akses menuju pengolahan semacam obat-obatan yang berbahan dasar nuklir sangat diperlukan.

baca juga

Hal itu, kata dia, akan terwujud ketika adanya apoteker farmasi sepesialis nuklir.

"Dokternya melakukan diagnosis berdasarkan kedokteran nuklir, apotekernya menyiapkan sediaan-sediaan untuk farmasi nuklir yang biasanya waktunya sangat pendek, biasanya sekitar 3 jam sudah expired, tapi itu menjadi pengobatan yang sangat efektif," jelasnya.

"Memang kalau kita ngomongin nuklir orang-orang di kita asosiasinya masih dengan bom atom, Chernobyl yang meledak, padahal itu adalah suatu zat yang juga bisa digunakan untuk kesehatan," tambahnya.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan, Engko Sosialine Magdalene mendukung gagasan yang tengah dijajal PP IAI terkait pemanfaatan energi nuklir dalam bidang kesehatan.

Menurut dia, pada prinsipnya pemerintah sudah selayaknya merealisasikan kebutuhan apoteker farmasi sepesialis nuklir itu.

"Kalau memang ada kebutuhan (apoteker farmasi spesialis nuklir) maka pemerintah wajib merealisasikan," tutupnya.

Kontributor : Aminuddin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Harga Obat Generik Lebih Murah

Alasan Harga Obat Generik Lebih Murah

Health | Kamis, 07 September 2017 | 18:21 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×