Setelah Pemilu 2019, Jalan Margonda Depok Akan Diberlakukan Ganjil Genap

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 14 Maret 2019 | 20:43 WIB
Setelah Pemilu 2019, Jalan Margonda Depok Akan Diberlakukan Ganjil Genap
Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Heru Wisnu Wibowo. (Suara.com/Supriyadi)

Suara.com - Jalan utama Kota Depok, Jawa Barat akan diberlakukan sistem plat nomor ganjil genap. Rencanannya, penerapan tersebut akan dilakukan di Jalan Margonda setelah 17 April, atau usai Pemilu 2019.

Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Heru Wisnu Wibowo mengatakan, wacana ganjil genap sudah lama digulirkan Pemerintah Kota Depok.

"Wacana itu pun sebenarnya telah lama digulirkan oleh Dishub Kota Depok. Namun nyatanya sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut. Saya memberi bocoran, kebijakan itu bakal direalisakan usai Pemilu 2019," kata Heru di kawasan Perumahan Podomoro, Kecamatan Cimanggis, Depok, Kamis (14/3/2019).

Penerapan ganjil genap yang akan diterapkan Pemerintah Kota Depok di Jalan Margonda dinilai sangat cocok jika diterapkan pada akhir pekan atau pada Sabtu - Minggu. Sebab, warga Depok kebanyakan berkerja di Jakarta.

"Kemacetan itu akan terjadi di kota tersebut pada saat weekend atau Sabtu-Minggu. Waktu itu saya pernah bicara dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, katanya mau menerapkan ganjil genap di akhir pekan,” kata Heru.

Selain itu, Jalan Margonda merupakan kawasan yang telah dipenuhi dengan pemukiman vertikal atau apartemen dan pusat perbelanjaan yang terkesan tidak memperhatikan kondisi ruas jalan.

"Pemerintah Kota Depok jangan hanya memikirkan pembangunan properti, namun juga memperhatikan aspek transportasi. Ini penting mengingat Depok adalah salah satu kota penyanggah ibu kota yang memiliki andil sebagai penyumbang kemacetan," kata dia.

Kawasan yang menjadi sorotan BPTJ di Kota Depok dari segi arus lalu lintas adalah Jalan Margonda.

"Sebagai penyangga ibu kota Transit Oriented Development atau TOD sangat dibutuhkan agar masyarakat yang bekerja di Jakarta dapat dengan mudah mengakses kendaraan umum, sehingga dapat meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak pada kemacetan," kata dia.

baca juga

"Ganjil genap dinilai cukup ampuh pengunaan pada kendaraan pribadi," pungkasnya. (Supriyadi)

Kontributor : Supriyadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Ideal, Pemerintah Kota Depok Butuh 6.000 ASN Baru

Belum Ideal, Pemerintah Kota Depok Butuh 6.000 ASN Baru

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 16:02 WIB

Tangkal Macet, Pemkot Depok Bakal Bangun 2 Jalan Terowongan

Tangkal Macet, Pemkot Depok Bakal Bangun 2 Jalan Terowongan

News | Senin, 11 Maret 2019 | 22:15 WIB

Pemkot Depok Siap Beri Bantuan Hukum untuk Harry Prihanto

Pemkot Depok Siap Beri Bantuan Hukum untuk Harry Prihanto

News | Sabtu, 01 September 2018 | 01:03 WIB

Terkini

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:19 WIB

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:00 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

×