KPU Alami Kendala Teknis Saat Coklit Data Pemilih Pemilu 2019

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Selasa, 19 Maret 2019 | 21:56 WIB
KPU Alami Kendala Teknis Saat Coklit Data Pemilih Pemilu 2019
Komisioner KPU Pramono Ubaid saat ditemui wartawan. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid mengungkapkan pihaknya kerap mengalami kendala teknis saat melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu 2019.

Pramono menerangkan, ketika melakukan kegiatan coklit di lapangan pihaknya kerap mengalami kesulitan menemui warga. Lantaran, sebagai besar saat petugas KPU melakukan kegiatan coklit banyak warga yang tidak ada di kediamannya.

"Jadi ketika didatangi ke rumahnya yang di rumah sedang tidak ada di rumah sama sekali, sedang bekerja, sedang di sawah, sedang melaut. Itu kendala-kendala teknis di lapangan yang seringkali menghambat teman-teman petugas kita untuk melakukan coklit," kata Pramono di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).

Pramono menerangkan, pihaknya harus berulang kali berkunjung ke rumah-rumah warga untuk melakukan coklit. Hanya saja kendala teknis terkait sulitnya menemui warga itu tetap saja ditemukan hampir di semua daerah di Indonesia.

Ia kemudian mengimbau kepada masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih namun tidak terdaftar ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 untuk segera melapor.

Selain itu, jika ada informasi terkait permasalahan DPT pun diharapkan bisa dilaporkan ke KPU untuk segera ditindaklanjuti.

"KPU akan melakukan verifikasi, baik di sidalih (sistem data pemilih) kita, dan verifikasi di lapangan. Kami tindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku," ujarnya.

"Kalau memang ada pemilih ganda kita coret. Jadi bukan hanya karena informasi, tapi benar-benar verifikasi di lapangan, akan kita coret. Kami sangat terbuka menerima informasi untuk memastikan DPT Pemilu 2019 DPT komprehensif, akurat, dan mutakhir,"Pramono menambahkan.

Sebelumnya, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengungkap permasalahan dan temuan warga negara asing (WNA) yang memiliki e-KTP dan masuk ke dalam DPT lantaran coklit data pemilih Pemilu 2019 yang dilakukan KPU tidak dilakukan secara faktual.

baca juga

Bagja mengatakan dari hasil penelusuran Bawaslu, permasalahan itu disebabkan karena coklit yang dilakukan KPU tidak sepenuhnya dilakukan dengan faktual dari rumah ke rumah.

"Kajian Bawaslu temukan 10 rumah yang didatangi langsung oleh KPU, 1 sampai 2 rumah saat coklit tidak didatangi oleh petugas," kata Bagja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Dua Presenter yang Diusulkan Jadi Moderator Debat Keempat Pilpres

Ini Dua Presenter yang Diusulkan Jadi Moderator Debat Keempat Pilpres

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 20:41 WIB

KPU Tak Lagi Undang Menteri di Debat Keempat Pilpres 2019

KPU Tak Lagi Undang Menteri di Debat Keempat Pilpres 2019

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 20:17 WIB

Sebut Ada Kecurangan di Pemilu, Andi Arief Balas Cuitan Rocky Gerung

Sebut Ada Kecurangan di Pemilu, Andi Arief Balas Cuitan Rocky Gerung

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 19:23 WIB

Heran, 29,5 Persen Pemilih Belum Tahu Tanggal Nyoblos Pemilu 2019

Heran, 29,5 Persen Pemilih Belum Tahu Tanggal Nyoblos Pemilu 2019

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 18:04 WIB

LSI Denny JA: Golput di Pilpres 2019 Rugikan Jokowi - Ma'ruf

LSI Denny JA: Golput di Pilpres 2019 Rugikan Jokowi - Ma'ruf

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 17:16 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×