Ya Allah... Paus Hamil Mati karena Ada 22 Kilogram Sampah Plastik di Perut

Pebriansyah Ariefana | Dinar Surya Oktarini | Suara.com

Rabu, 03 April 2019 | 10:51 WIB
Ya Allah... Paus Hamil Mati karena Ada 22 Kilogram Sampah Plastik di Perut
Seekor paus hamil mati setelah memakan lebih dari 20 kilogram sampah. (Facebook/ SeaMe Sardinia)

Suara.com - Seekor paus betina mati mengenaskan. Di perutnya ditemukan sampah pastik seberat 22 kilogram. Tragisnya, paus itu mati dalam keadaan hamil.

Bangkai seekor paus hamil berjenis paus sperma itu mati dan hanyut di pantai Sardinia, Italia. Tragedi itu menghebohkan organisasi lingkungan dan penyelamat hewan.

Luca Bittau, pemimpin organisasi non profit perlindungan hewan laut, SeaMe, mengatakan bahwa isi perut paus hamil tersebut sangat mengenaskan. Ia menerangkan kondisi janin berada pada tingkat lanjut sehingga kemungkinan sebentar lagi akan lahir.

Namun sayangnya, ibu beserta calon anak paus sperma tersebut harus mati sebelumnya.

''Kantong sampah, jaring, benang pancing, tabung, sampah plastik lainnya ditemukan pada bangkai paus hamil yang mati,'' kata Luca Bittau dalam keterangannya.

Dikutip dari CNN, paus sperma betina itu memiliki panjang 8 meter dan hanyut di pantai wisata Sardinia Porto Cervo, Italia.

Bittau mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan di Padua, Italia utara.

Sergio Costa, Menteri Lingkungan Hidup Italia, mengatakan dalam sebuah postingan di Facebook, ''Apakah masih ada orang yang menganggap ini bukan masalah penting?''

Costa menjelaskan bahwa selama ini kita sudah terlalu nyaman dengan benda-benda sekali pakai yang umumnya terbuat dari plastik.

Bekerja sama dengan European Parliament, Costa akan menerapkan larangan penggunaan benda-benda sekali pakai dari plastik seperti sedotan, cotton buds dan peralatan makan, pada tahun 2021.

Ia berjanji bahwa Italia akan menjadi salah satu negara pertama yang mengimplementasikannya.

''Perang menggunakan plastik sekali pakai telah dimulai, kita tidak akan berhenti di sini,'' kata Costa dalam keterangan resminya.

Organisasi perlindungan hewan mungkin harus banyak bersabar dan menahan emosinya tahun ini.

Bulan Maret 2019, seekor paus muda ditemukan tewas di Filipina dengan membawa 40 kilogram kantong plastik di perutnya.

Paus hamil yang baru saja ditemukan dan mati membawa 22 kilogram sampah merupakan sebuah pesan bahwa plastik yang dibuang manusia bisa sangat menyiksa hewan laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuai Pujian, Supermarket Ini Bungkus Sayuran Pakai Daun Pisang

Tuai Pujian, Supermarket Ini Bungkus Sayuran Pakai Daun Pisang

Lifestyle | Rabu, 27 Maret 2019 | 18:35 WIB

Pemprov DKI Uji Publik Wajibkan Warga Bawa Kantong saat Belanja

Pemprov DKI Uji Publik Wajibkan Warga Bawa Kantong saat Belanja

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 06:35 WIB

Jakarta Uji Publik Aturan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

Jakarta Uji Publik Aturan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 00:02 WIB

Seekor Paus di Filipina Mati Usai Telan 40 Kg Sampah Plastik Karung Beras

Seekor Paus di Filipina Mati Usai Telan 40 Kg Sampah Plastik Karung Beras

Lifestyle | Kamis, 21 Maret 2019 | 07:45 WIB

Terkini

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:39 WIB

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB