Heboh Video Diduga Kapolsek Pamekasan Arahkan Warga Dukung Jokowi-Maruf

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 03 April 2019 | 18:03 WIB
Heboh Video Diduga Kapolsek Pamekasan Arahkan Warga Dukung Jokowi-Maruf
Sosok diduga Kapolsek Pamekasan AKP Puryanto mengarahkan warga dukung Jokowi-Maruf (Twitter)

Suara.com - Beredar sebuah video diduga sosok mirip Kapolsek Pamekasan, Madura, Jawa Timur AKP Puryanto mengarahkan dukungan untuk memilih capres nomor urut 01 Jokowi-Maruf.

Dalam video yang beredar, sosok itu juga menuduh capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi hendak memecah belah Indonesia dengan sistem pemerintahan khilafah.

Video ini diunggah oleh akun Twitter @akuntofa milik Direktorat Relawan Nasional BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya pada Selasa (2/4/2019). Dalam video itu tampak orang yang diduga Puryanto memberikan materi dalam sebuah pertemuan.

"Pemilu 2019, dipenuhi dengan berbagai intrik busuk. Ada yang kenal dengan orang yang berbicara dalam forum ini?" tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Rabu (3/4/2019).

Dalam video berdurasi 2 menit 12 detik itu, tampak orang yang diduga Kapolsek Pamekasan itu mengenakan kaos putih merah berkerah. Dia disinyalir mengarahkan warga untuk mendukung Jokowi dalam sebuah pertemuan di salah satu kecamatan pada Jumat (29/3/2019).

"Si A programnya baik, si B programnya kurang begitu baik dan lain sebagainya. Kita harus bisa melihat, diantara paslon itu ada pendukung yang jelas ada kiainya. Ada kiai NU," kata sosok di video di hadapan sejumlah warga.

Ia menyebut ada salah satu paslon capres dan cawapres yang menghendaki Indonesia bubar. Pun sosok tersebut meminta agar warga bisa berhati-hati dalam memilih paslon.

"Ada salah satu paslon menghendaki NKRI bubar. Salah satu paslon disusupi sekelompok orang yang menghen daki khilafah didirikan. Kalau sudah seperti itu otomatis NKRI habis," ungkap Puryanto.

Video yang mendadak viral itu sudah disaksikan lebih dari 20 ribu kali dan disukai oleh 1.234 orang. Hingga berita ini disusun, pihak Kepolisian Pamekasan pun belum memberikan keterangan resmi.

Banyak warganet yang geram dengan aksi yang dilakukan oleh si kapolsek. Banyak warganet yang meyakini bahwa orang yang berbicara di hadapan warga itu merupakan anggota kepolisian.

Berikut videonya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Ma'ruf Amin Dihadang Pendukung Prabowo di Madura, Begini Sikap BPN

Heboh Ma'ruf Amin Dihadang Pendukung Prabowo di Madura, Begini Sikap BPN

News | Selasa, 02 April 2019 | 10:50 WIB

PSI Ragukan Pernyataan Ustaz Bachtiar Nasir soal Isu Khilafah

PSI Ragukan Pernyataan Ustaz Bachtiar Nasir soal Isu Khilafah

News | Selasa, 02 April 2019 | 10:18 WIB

Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi, Bachtiar Nasir Singgung Tuduhan Khilafah

Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi, Bachtiar Nasir Singgung Tuduhan Khilafah

News | Selasa, 02 April 2019 | 02:35 WIB

Dukungan Paslon 01 Datang dari WNI di Munchen

Dukungan Paslon 01 Datang dari WNI di Munchen

News | Senin, 01 April 2019 | 05:37 WIB

Terkini

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB