Hanum Rais: Tidak Ada Damai, Kirim Pengeroyok Audrey ke Penjara

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 10 April 2019 | 15:30 WIB
Hanum Rais: Tidak Ada Damai, Kirim Pengeroyok Audrey ke Penjara
cuitan Hanum Rais #JusticeForAudrey (Twitter)

Suara.com - Hanum Rais, putri kandung Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais ikut geram, terhadap  aksi pengeroyokan terhadap Audrey, siswi SMP berusia 141 tahun oleh 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

Hanum mendesak agar polisi  tidak memberikan keringanan untuk kasus yang menimpa Audrey.

Pernyataan Hanum ini disampaikan melalui akun Twitter miliknya @hanumrais. Hanum mendorong agar seluruh warga Indonesia ikut mendesak kepolisian bisa bertindak tegas dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

"#JusticeForAudrey Siapapun harus mendorong agar kepolisian & seluruh penegak hukum untuk tidak mengatakan 'damai' demi masa depan anak (para pelaku)" kata Hanum seperti dikutip Suara.com, Rabu (10/4/2019).

Menurut Hanum, pemberian hukuman kepada para pelaku dengan menjebloskan mereka ke dalam penjara justru akan menyelamatkan mereka.

Sebab, bagi Hanum, kalau pelaku dijebloskan ke penjara, bakal muncul egek jera dan para pelaku tak akan mengulangi kasus serupa.

"Justru mengirim ke penjara anak bisa menyelamatkan masa depan mereka," ungkap Hanum.

Selain itu, Hanum meminta agar semua pihak dapat memberikan dukungan positif untuk Audrey. Hal ini perlu dilakukan trauma yang dialami Audrey bisa berkurang.

"Sementara untuk Audrey, harus kita dorong untuk terus positif pada dirinya," tutur Hanum.

Untuk diketahui, aksi pengeroyokan terhadap Audrey dipicu masalah asmara. Dari informasi yang berhasil terhimpun, kakak sepupunya merupakan mantan pacar dari salah satu pelaku penganiayaan.

Mereka  sempat terlibat aksi saling sindir di media sosial. Pelaku yang kesal dengan kakak sepupu Audrey, merencanakan melakukan aksi pengeroyokan. Audrey mau dijadikan umpan.

Namun, meski target utama pengeroyokan bukanlah Audrey, justru siswi SMPA itulah yang menjadi pelampiasan kekesalan pelaku.

Akibat pengeroyokan ini, Audrey menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia mendapat luka di wajah, perut hingga kemaluannya mengalami peradangan akibat dihantam benda tumpul.

Kisah tragis yang dialami Audrey memicu kemarahan publik Indonesia, dan juga internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengeroyok Keji Audrey Bisa Didorong Konten Kekerasan di Media Sosial

Pengeroyok Keji Audrey Bisa Didorong Konten Kekerasan di Media Sosial

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:52 WIB

Gubernur Kalbar Murka: 12 Siswi SMA Pengeroyok Audrey Harus Dihukum

Gubernur Kalbar Murka: 12 Siswi SMA Pengeroyok Audrey Harus Dihukum

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:39 WIB

Muncul Petisi #JusticeForAudrey, Segini Jumlah Orang yang Menandatangani

Muncul Petisi #JusticeForAudrey, Segini Jumlah Orang yang Menandatangani

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:39 WIB

Terkini

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB