Dini Purwono Sebut Parpol Kubu 02 Tak Kerja, Ferdinand Hutahaean Geregetan

Angga Roni Priambodo, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Rabu, 10 April 2019 | 18:55 WIB
Dini Purwono Sebut Parpol Kubu 02 Tak Kerja, Ferdinand Hutahaean Geregetan
Caleg PSI Dini Purwono - (Instagram/@dini_purwono)

Suara.com - Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dini Purwono secara langsung mengkritik kinerja para kader partai politik dari Koalisi Indonesia Adil Makmur. Ia menyampaikan pengamatannya itu dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (9/4/2019) kemarin.

Mulanya Dini Purwono mengatakan, tak ada aksi nyata dari kubu paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

"Terus terang, selama ini, selama proses kampanye saya tidak melihat program aksi yang nyata dari 02 dan selalu saya tunggu. Kalau kita bicara visi misi, semua sama. Saya sudah cocokin kok side by side. Eggak ada bedanya visi misi. Kita semua ya jargon-jargon, populis aja gitu kan," kata Dini Purwono.

"Tapi yang kita perlu tahu itu adalah kemampuan paslon untuk mengeksekusi. How to. Bagaimana caranya dia meng-achieve visi misinya," tambahnya.

Mendengar hal tersebut, Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Haikal Hassan menunjukkan reaksinya. Ia tertawa lalu mengetuk meja. Begitu juga Dahnil Anzar, yang menahan tawa setelah memalingkan tatapannya dari arah Dini Purwono.

Namun Dini Purwono tetap melanjutkan pernyataannya.

"Setiap menjelang pesta demokrasi, kampanye, itu seharusnya momen terbaik untuk, terutama partai politik, memberikan edukasi kepada masyarakat. Harusnya turun, blusukan, tatap muka, memberikan edukasi terhadap masyarakat daripada nyebarin hoaks, saling menjelekkan," ujarnya, yang kemudian disela Haikal Hassan.

"Yang bisa eksekusi petahana. Belum jadi presiden enggak bisa eksekusi," sahut Haikal Hassan, meskipun kemudian tak ditanggapi Dini Purwono.

Mantan staf khusus Menteri Keuangan ini melanjutkan, kinerja pemerintah yang dinilai buruk menunjukkan bahwa selama ini kubu 02 tidak bekerja dengan benar.

baca juga

"Harusnya kalian itu enggak perlu meributkan hal-hal seperti itu, kinerja pemerintah yang buruk, begini, begitu, inflasi, pengangguran, setiap kali narasinya itu kita dengarkan. Itu semakin menunjukkan, kalian parpol-parpol di kubu 02 tidak bekerja. Karena apa? Kalian kan sudah punya kursi di DPR selama ini kan?" tegas Dini Purwono.

Dirinya kemudian menuturkan bahwa saat ini sangat sedikit masyarakat Indonesia yang benar-benar memahami politik, apalagi konsep trias politica, atau korelasi antara lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif di pemerintahan.

"Jadi kalau mereka ribut masalah utang, infrastruktur, mereka harusnya mengerti bahwa semua kegiatan pemerintah itu sudah dibahas bersama-sama antara DPR dan pemerintah dalam pembahasan APBN," ungkap Dini Purwono.

Saat ia mengatakan hal itu, terdengar sayup-sayup suara Ferdinand Hutahaean, yang tampak geregetan ingin memberikan respons. Namun, tak ada mikrofon di dekat kader Partai Demokrat itu, sehingga tak terdengar jelas apa yang ia katakan.

Dini Purwono lantas tetap lanjut berbicara, "Nah, jadi ini menunjukkan, kalau kalian komplain dengan pemerintah yang ada pada saat ini, berarti DPR-nya ke mana aja selama ini? Kan itu sebenarnya sudah dibahas."

Ucapan Dini Purwono ketika itu dibarengi dengan suara pelan tanpa mikrofon dari jubir BPN, yang terdengar sedikit ribut sambil agak tertawa, sehingga Presiden ILC, Karni Ilyas harus meminta mereka untuk diam sejenak.

"Mungkin karena sering bolos ya Bang Karni ya," lanjut Dini Purwono.

Ferdinand Hutahaean hanya bisa memperlihatkanya reaksinya dengan tertawa sambil menunjuk-nunjuk Dini Purwono mendengarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kubu 01 Disebut Produksi Narasi Perpecahan , Budiman Sudjatmiko: Buktikan!

Kubu 01 Disebut Produksi Narasi Perpecahan , Budiman Sudjatmiko: Buktikan!

News | Rabu, 10 April 2019 | 18:50 WIB

Pengamat: Pilpres, Pertarungan 'Asal Bukan Prabowo' vs 'Asal Bukan Jokowi'

Pengamat: Pilpres, Pertarungan 'Asal Bukan Prabowo' vs 'Asal Bukan Jokowi'

News | Rabu, 10 April 2019 | 18:24 WIB

Pendukung Jokowi Pindah ke Prabowo, Hendri Satrio: Petahana Mengecewakan

Pendukung Jokowi Pindah ke Prabowo, Hendri Satrio: Petahana Mengecewakan

News | Rabu, 10 April 2019 | 18:16 WIB

Terkini

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

×