Ini Hasil Verifikasi KPU soal Laporan 7,5 Juta DPT Bermasalah dari BPN

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir | Suara.com

Senin, 15 April 2019 | 20:00 WIB
Ini Hasil Verifikasi KPU soal Laporan 7,5 Juta DPT Bermasalah dari BPN
Komisioner KPU, Viryan Aziz. (suara.com/muhammad yasir)

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengklaim telah melakukan verifikasi faktual terhadap laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno soal dugaan 17,5 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. Hasil laporan tersebut pun sudah diserahkan kepada kedua perwakilan tim kampanye kedua paslon Pilpres 2019.

Komisioner KPU, Viryan Aziz menuturkan dalam menyelesaikan laporan dugaan 17,5 juta DPT bermasalah itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait.

Pertama, menyikapi laporan BPN yang menilai adanya keanehan terhadap tanggal kelahiran dari 17,5 juta DPT bermasalah tersebut. Dari masalah itu, kata dia, KPU telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, berdasarkan data Disdukcapil, pencatatan administrasi kependudukan awal tahun 1970-an dan saat menggunakan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK) sebelum tahun 2004, semua penduduk yang lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya, ditulis 31 Desember. Sedangkan, setelah tahun 2004 saat diberlakukan Sistem Informasi Administrasi dan Kependudukan (SIAK), penduduk yang lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya, ditulis 1 Juli.

Setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan, Viryan mengatakan data pemilih dengan tanggal kelahiran 1 Juli dan 31 Desember yang dinilai janggal tersebut memang benar ditemukan pemilihnya.

"Jadi memang untuk kita di atas meja tidak bisa kemudian menyimpulkan terhadap hal yang kira-kira aneh, ternyata di lapangan juga demikian dan foto-fotonya ada. Dokumentasi dari kegiatan tersebut, nanti akan kita share kepada teman-teman sekalian," tutur Viryan dalam jumpa pers di Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Lebih lanjut, Viryan menjelaskan pihaknya melakukan verifikasi faktual secara acak dan sederhana dengan melibatkan KPU di kabupaten/kota. Setiap KPU kabupaten/kota melakukan verifikasi faktual dengan terhadap 1.604 sampel yang diambil dengan cara diundi dan disaksikan oleh TKN dan BPN.

Dari 1.604 sampel pemilih, sebanyak 1.405 pemilih atau 87,59 persen ada dan data valid, 105 pemilih atau 6,55 persen ada dan data diperbaiki. Kemudian, 74 pemilih atau 4,61 persen ada dan belum cetak data kependudukan atau hilang, 16 pemilih atau 1 persen ada dan data tidak memenuhi syarat, dan 4 pemilih atau 0,25 persen tidak ada dan data tidak memenuhi syarat.

Berdasarkan hasil verifikasi faktual tersebut, Viryan pun menyampaikan kesimpulan KPU, bahwa data 17,5 juta adalah wajar dan apa adanya karena regulasi atau kebijakan pencatatan sipil.

"Temuan lapangan menguatkan hal tersebut dari 1.604 sampel, 1.584 atau 98,75 persen terverifikasi faktual ada orangnya. Sebanyak 20 sampel atau 1,25 persen tidak ada orangnya dan telah dicoret," ucapnya

Sebelumnya, BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno melaporkan dugaan 17,5 juta DPT bermasalah kepada KPU. BPN melihat adanya kejanggalan terkait data DPT yang bermasalah.

Pelaporan kejanggalan dilakukan dari temuan tiga tanggal kelahiran yang dinilai janggal meliputi 1 Januari, 1 Juli dan 31 Desember sebanyak masing-masing 520 ribu orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocorkan Isi Rapat Intelijen Prabowo, BPN: Allan Nairn Hoaks Besar!

Bocorkan Isi Rapat Intelijen Prabowo, BPN: Allan Nairn Hoaks Besar!

News | Senin, 15 April 2019 | 18:39 WIB

Anak Dubes Malaysia Terseret Surat Suara Tercoblos, BPN: Sangat Memalukan!

Anak Dubes Malaysia Terseret Surat Suara Tercoblos, BPN: Sangat Memalukan!

News | Senin, 15 April 2019 | 17:58 WIB

BPN: Pengaruh Aa Gym Jauh Lebih Besar daripada 500 Artis Pendukung Jokowi

BPN: Pengaruh Aa Gym Jauh Lebih Besar daripada 500 Artis Pendukung Jokowi

News | Senin, 15 April 2019 | 13:17 WIB

BPN Beberkan Kejanggalan Terkait Temuan 17,5 Juta DPT Bermasalah

BPN Beberkan Kejanggalan Terkait Temuan 17,5 Juta DPT Bermasalah

News | Minggu, 14 April 2019 | 20:14 WIB

Klaim Diretas Habis Nonton Debat, Said Didu: Semua Cuitan Jelek-Jelekan UAS

Klaim Diretas Habis Nonton Debat, Said Didu: Semua Cuitan Jelek-Jelekan UAS

News | Minggu, 14 April 2019 | 19:26 WIB

Terkini

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB

Pangkalan AS di Kuwait Dihantam Iran, Taktik dan Jet Tua Jadi Kunci

Pangkalan AS di Kuwait Dihantam Iran, Taktik dan Jet Tua Jadi Kunci

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:00 WIB