Era Jokowi 'Main Halus', Zaman Prabowo 'Lebih Keras': Pakar Kuliti Bedanya

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:39 WIB
Era Jokowi 'Main Halus', Zaman Prabowo 'Lebih Keras': Pakar Kuliti Bedanya
Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto (Instagram/prabowo)
baca 10 detik
  • Pakar hukum Bivitri Susanti membedakan infrastruktur ekonomi politik dan kelompok oligarki antara pemerintahan Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo.
  • Era Presiden Jokowi membangun lingkungan regulasi melalui kebijakan seperti UU Cipta Kerja untuk mendukung operasional pemerintah pusat.
  • Pemerintahan Prabowo menerapkan politik komando yang menekankan kepatuhan penuh, minim deliberasi data, serta meningkatkan pelibatan unsur militer.

Suara.com - Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menilai terdapat perbedaan mendasar antara pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-8 Prabowo Subianto, terutama dari sisi infrastruktur ekonomi politik dan cara menjalankan kekuasaan.

Bivitri menyebut perbedaan pertama terlihat dari kelompok oligarki yang menjadi penopang kekuasaan masing-masing pemimpin.

"Kalau berbicara pembedanya dengan Prabowo, saya sih melihatnya dari dua hal pembedanya. Yang pertama adalah infrastruktur ekonomi politiknya. Teman-teman bisa lihat bahwa kelompok oligarki yang dipegang oleh Jokowi agak berbeda dengan yang dipegang oleh Prabowo," kata Bivitri dalam diskusi mengenai kondisi demokrasi dan ekonomi Indonesia, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Selain basis ekonomi politik, Bivitri menilai perbedaan lain terletak pada cara berpolitik yang dijalankan Prabowo. Menurut dia, pola tersebut bukan sesuatu yang baru dan dapat dipahami sebagai politik komando serta ekonomi komando.

"Yang kita bisa lihat juga cara berpolitiknya Prabowo, ini bukan baru, yang disebut dengan politik komando dan ekonomi komando," tuturnya.

Bivitri menjelaskan, pada era Jokowi pemerintah lebih banyak membangun apa yang disebutnya sebagai enabling environment melalui berbagai perangkat regulasi.

Ia mencontohkan pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja, pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui jalur hukum, hingga pembangunan infrastruktur kebijakan yang berdampak pada melemahnya masyarakat sipil.

Sementara pada masa Prabowo, menurutnya, pendekatan yang digunakan lebih tegas melalui pola komando dalam politik maupun ekonomi.

"Di zaman Prabowo lebih keras dengan politik komando dan ekonomi komando itu," katanya.

baca juga

Bivitri menyebut salah satu ciri utama politik komando adalah penekanan pada kepatuhan terhadap instruksi dari pusat.

"Yang saya maknai dengan komando, misalnya ciri khasnya adalah kepatuhan. Banyaknya over kompetensi tadi salah satunya. Jadi semua harus patuh nih. Makanya gubernur, bupati, wali kota, semua harus retret. Jadi pokoknya semua harus patuh," ujarnya.

Ia juga menyoroti proses penyusunan kebijakan yang dinilainya minim penggunaan data dan ruang deliberasi.

"Yang kedua adalah tanpa data dan deliberasi. Jadi pembuatan kebijakan minim data," kata Bivitri.

Selain itu, ia menilai terdapat kecenderungan pelibatan militer yang semakin besar dalam berbagai sektor pemerintahan. Adanya kegiatan retret bagi jajaran kabinet dan setiap kepala daerah menjadi bukti dalam militerisme tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Terima Laporan soal Haji hingga Pendidikan

Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Terima Laporan soal Haji hingga Pendidikan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:58 WIB

Prabowo Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Pilih Fokus Selesaikan Urusan Dalam Negeri

Prabowo Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Pilih Fokus Selesaikan Urusan Dalam Negeri

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:22 WIB

'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!

'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:37 WIB

Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto

Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:26 WIB

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:35 WIB

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×